Dampak perubahan iklim juga menyerang komoditas unggulan lain seperti rumput laut, yang sangat tergantung pada kondisi laut yang stabil. Ketika musim bergeser dan ombak tak menentu, mata pencaharian pun ikut terombang-ambing.
Namun, diskusi yang diselenggarakan GEF SGP Indonesia dan Yayasan Pikul itu tidak hanya membongkar masalah, tapi juga memunculkan beragam solusi. Salah satunya alat masak gula lontar tenaga surya yang dikembangkan Yayasan Cemara. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengurangi deforestasi dan meningkatkan efisiensi produksi.
“Alat ini adalah alat masak gula. Alat masak gula Sabu yang kita combine dengan teknik kita yang bersumber matahari,” jelas pengembangnya.
Inovasi lainnya termasuk pemberdayaan masyarakat lewat Payment for Ecosystem Services (PES), diversifikasi ekonomi berbasis hasil hutan bukan kayu, serta promosi dan branding produk lokal berbasis clean label, seperti yang diterapkan pada gula lontar Sabu.
Namun semua itu kembali pada satu titik kunci: kesadaran kolektif dan kolaborasi. Tanpa sinergi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, krisis iklim di pulau-pulau kecil seperti Sabu dan Raijua hanya akan makin dalam dan meluas.
Sekadar informasi, perubahan iklim menjadi fenomena getir yang dirasakan masyarakat Pulau Sabu dan Pulau Raijua–yang termasuk wilayah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Meski kekayaan alamnya melimpah, krisis iklim menggentayangi kehidupan warga, seperti pola hujan tak menentu, dan kekeringan berkepanjangan.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly, dalam diskusi tematik yang digagas GEF SGP Indonesia dan Yayasan Pikul dengan tema Membangun Ketahanan Iklim dan Ekonomi Lokal Pulau Sabu & Raijua melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Gedung Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Kamis (24/7).
Dalam diskusi tersebut, para narasumber menawarkan solusi dan komitmen bersama. Diskusi ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak mewujudkan Sabu Raijua sebagai pulau yang tangguh terhadap iklim, mandiri secara ekonomi, dan lestari dalam sumber daya alamnya.
Berita Terkait
-
Empat Dekade Dipantau Satelit, Hutan Mangrove Dunia Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan
-
Tanam 1.000 Mangrove di Tanjung Burung, Upaya Nyata Jaga Pesisir Tangerang
-
Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon
-
Antisipasi Ancaman Abrasi, Kolaborasi Platform Digital Dorong Pendanaan Hijau Berbasis ESG
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Urutan Pakai Viva Face Tonic yang Benar agar Wajah Segar dan Lembap, Jangan Sampai Keliru!
-
3 Pilihan Sepatu Asics Tanpa Tali, Slip-On Nyaman untuk Jalan Santai hingga Traveling
-
Menurut Islam, Posisi Tempat Tidur yang Baik Menghadap ke Mana?
-
Apa Beda UV Filter dan SPF? Simak Penjelasannya, Jangan Sampai Salah Paham
-
Basic Skincare Apa Saja? Ini Urutannya untuk Menjaga Skin Barrier Tetap Sehat
-
7 Sepatu Jalan Wanita Termurah di Planet Sports, Astec hingga Skechers Diskon Sampai 50 Persen
-
Dibuang Sayang, Cairkan Maskara Kering dengan 5 Trik Mudah Ini
-
6 Cara Membedakan Celana Jeans Levi's Asli atau Palsu, Hanya Butuh 30 Detik
-
Keberuntungan Datang, 3 Zodiak Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit Usai 18 Juni 2026
-
5 Shio Ini Bakal Ketiban Hoki Besar di Tanggal 18 Juni 2026, Bukan Kebetulan Semata