Suara.com - Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik merupakan istilah yang merujuk pada sebuah kawasan berbentuk tapal kuda raksasa yang membentang sepanjang sekitar 40.000 kilometer di sepanjang tepi Samudra Pasifik.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu zona tektonik paling aktif di dunia, karena menjadi tempat pertemuan berbagai lempeng bumi yang menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik yang sangat tinggi.
Di dalam wilayah ini, terdapat lebih dari 450 gunung api, baik aktif maupun tidak aktif, yang tersebar di berbagai negara.
Secara geologi, Ring of Fire terbentuk oleh keberadaan busur vulkanik dan palung laut dalam yang mengelilingi Cekungan Pasifik.
Palung-palung laut seperti Palung Mariana, Palung Aleut, dan Palung Peru–Chili menjadi bukti bahwa wilayah ini sangat dinamis.
Di atas palung-palung tersebut, terbentuk busur pulau vulkanik seperti Kepulauan Aleut dan Filipina yang sejajar dengan batas lempeng dan mengarah ke daratan.
Karena lempengan-lempengan bumi tersebut selalu bergerak, maka kerap terjadi gempa bumi dan letusan gunung berapi di negara-negara yang berada di jalur ini.
Berikut adalah daftar negara yang termasuk ke dalam wilayah Ring of Fire.
1. Indonesia
Baca Juga: Apa Pengaruh Ring of Fire di Indonesia? Antara Anugerah dan Bencana
Obviously, Indonesia adalah negara yang termasuk Ring of Fire. Itu karena Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah gunung api terbanyak di dunia.
Secara geografis, Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar: Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia menjadi bagian dari Cincin Api Pasifik.
Total terdapat sekitar 127 gunung berapi aktif dan 139 gunung berapi tidak aktif yang tersebar di seluruh nusantara. Beberapa di antaranya seperti Gunung Merapi, Gunung Semeru, dan Gunung Sinabung termasuk yang paling aktif dan sering meletus.
2. Selandia Baru
Selandia Baru juga berada dalam zona aktif Ring of Fire. Negara ini memiliki sekitar 12 gunung berapi aktif serta beberapa gunung api bawah laut yang berpotensi meletus sewaktu-waktu.
Aktivitas tektonik di negara ini juga menyebabkan banyaknya kejadian gempa bumi, terutama di Pulau Selatan dan wilayah sekitar Rotorua.
Berita Terkait
-
Apa Pengaruh Ring of Fire di Indonesia? Antara Anugerah dan Bencana
-
Tanah Nganggur 2 Tahun Disita Negara? Belum Tentu! Ini Aturan Mainnya Agar Aset Anda Aman
-
10 Tsunami Paling Dahsyat di Dunia, Tinggi Gelombang sampai 85 Meter
-
Usut Kerugian Negara di PPT ET, KPK Ungkap Sudah Menetapkan Tersangka, Siapa Saja?
-
Apa yang akan Terjadi saat Gempa Megathrust Guncang Ring of Fire?
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan
-
Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik
-
261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu
-
Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T
-
Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink
-
Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris
-
Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh
-
30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996