Jeans merupakan bahan pakaian yang cenderung menyusut ketika dicuci, apalagi jika dicuci menggunakan air panas. Penyusutan ini bisa menyebabkan jeaks jadi tidak nyaman dan pas lagi ketika dikenakan.
3. Mencegah kerusakan serat
Selain menghindari penyusutan, jeans juga tidak boleh terlalu sering dicuci untuk mencegah kerusakan serat. Serat-serat pada jeans cenderung melemah setiap kali dicuci, apalagi jika dicuci dengan mesin. Proses pencucian tersebut dapat menyebabkan jeans jadi lebih tipis dan rentan robek.
4. Menjaga karakteristik jeans
Alasan terakhir, jeans sebaiknya jangan terlalu sering dicuci untuk mempertahankan karakteristik uniknya. Salah satu daya tarik jeans adalah kemampuannya untuk membentuk karakteristik unik dari waktu ke waktu, termasuk pola lipatan serta keausan yang disebut ‘fades’.
Proses pembentukan keunikan ini terjadi secara alami seiring dengan pemakaian dan minimnya pencucian. Mencuci jeans terlalu sering bisa menghapus pola fades yang telah terbentuk, sehingga menghilangkan keunikan dan karakteristik itu.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana