Suara.com - Sosok Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menjadi sorotan publik di tengah memanasnya gelombang demo Pati yang berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Namanya mencuat lantaran ia berpotensi menggantikan Bupati Sudewo jika sang petahana benar-benar dimakzulkan setelah terjadi demo besar-besaran di Pati.
Skenario Risma menggantikan Bupati Sudewo ini pun bukan isapan jempol. Hal ini berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Dalam peraturan tersebut disebutkan apabila seorang bupati lengser atau dimakzulkan, wakilnya akan otomatis naik jabatan untuk mengisi kekosongan.
Seperti diketahui, demonstrasi besar-besaran di Pati dipicu oleh keputusan Bupati Sudewo menaikkan PBB-P2 hingga 250 persen pada Rabu kemarin.
Meski kebijakan itu sudah dibatalkan oleh Bupati Sudewo, kemarahan warga terlanjur memuncak dan ribuan orang tetap memadati area Kantor Bupati.
Tuntutan massa tak hanya soal kenaikan PBB-P2, tetapi juga mendesak Bupati Sudewo mundur dari jabatannya, disertai sejumlah aspirasi lain.
Wakil Bupati Pati dari Partai Apa?
Risma Ardhi Chandra sendiri berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia bergabung dengan partai ini pada 23 Agustus 2024.
Baca Juga: 5 Fakta dan Hasil Demo Pati: Gas Air Mata, Korban Luka, hingga Bupati Sudewo Tolak Mundur
Dalam Pilkada 2024, ia berpasangan dengan Sudewo dan berhasil menang telak dengan perolehan 419.684 suara atau 53,53% dari total suara sah sebanyak 783.948.
Sebelum menapaki karier politik, Risma dikenal sebagai pengusaha. Ia mendirikan PT Indo Pratama Network, perusahaan IT yang fokus pada payment gateway.
Ia juga mendirikan CV Dua Putra, yang kini berganti nama menjadi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk, serta sempat menjadi partner bisnis di bidang batu bara di Jakarta.
Bupati Sudewo Tolak Mundur dari Jabatan
Demonstrasi besar-besaran berlangsung di Pati pada Rabu, 13 Agustus 2025. Aksi ini dipicu oleh keputusan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan PBB-P2 hingga 250 persen.
Meski rencana kenaikan tersebut telah dibatalkan, kemarahan warga telanjur memuncak. Ribuan orang tetap memadati area Kantor Bupati Pati.
Di tengah lautan massa, Bupati Sudewo sempat muncul di atas kendaraan taktis Brimob dan menyampaikan permintaan maaf kepada warga.
Namun, permintaan maaf itu tak meredakan emosi massa. Sandal, botol, dan benda lainnya langsung beterbangan ke arah Bupati Sudewo.
Lebih lanjut, meski telah digeruduk ribuan massa dan bahkan menghadapi ancaman pemakzulan dari DPRD, Bupati Sudewo menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya.
Ia menyatakan tidak akan menyerah pada tekanan karena jabatan yang ia emban merupakan hasil pilihan rakyat secara konstitusional dan demokratis.
"Saya kan dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan demokratis, sehingga saya tidak bisa berhenti dengan tuntutan tersebut. Semuanya ada mekanismenya," tegasnya dalam konferensi pers, Rabu.
Sudewo menegaskan bahwa proses pemberhentian harus melalui jalur hukum dan administrasi sesuai aturan yang berlaku, bukan sekadar tekanan massa.
Tag
Berita Terkait
-
Hidup Melimpah Kemewahan, Fakta-fakta Skandal Korupsi Bupati Pati yang Tolak Dilengserkan Rakyat!
-
5 Fakta dan Hasil Demo Pati: Gas Air Mata, Korban Luka, hingga Bupati Sudewo Tolak Mundur
-
Syarat Pemakzulan Bupati, Bagaimana Prosedurnya?
-
Didesak Mundur Rakyatnya, Bupati Pati Sudewo Segera Diperiksa KPK?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Apa Sanksi bagi Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Pulang ke Indonesia?
-
Micellar Water Boleh Dipakai 3 Kali Sehari? Ini 7 Rekomendasi Aman Mulai Rp20 Ribuan
-
Gagal War Tukar Uang Baru di PINTAR BI? Ini Tips dan Panduan Lengkapnya
-
Viral di Jepang, Kini Tendon Premium Legendaris Ini Bisa Dinikmati di Indonesia
-
Bosan Mudik Saja? Intip 3 Destinasi Wisata Alam Paling Hits untuk Libur Lebaran 2026
-
7 Beasiswa Fully Funded yang Tidak Wajib Pulang ke Indonesia, Alternatif LPDP
-
Dwi Sasetyaningtyas Lulusan Apa? Viral Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI
-
Cara Dapat Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas, Lengkap dengan Syarat dan Trik Jitu Biar Lolos
-
8 Rekomendasi Skincare Pencerah Wajah di Apotek Farmaku Mulai Rp30 Ribuan
-
Gurita Bisnis Dwi Sasetyaningtyas, Suami Disanksi Kembalikan Dana Beasiswa LPDP