Suara.com - Kematian Zara Qairina Mahathir, seorang siswi sebuah sekolah agama di Sabah, mulai menemukan titik terang. Ini berkat penyelidikan kepolisian Malaysia terkait tewasnya gadis berusia 13 tahun tersebut.
Direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID) Bukit Aman, Datuk M. Kumar, mengadakan konferensi pers untuk memberikan update investigasi kematian Zara Qairina.
Konferensi pers ini didasarkan pada temuan satuan tugas khusus yang dibentuk khusus untuk menyelidiki kasus yang melibatkan siswi Kelas Satu Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA) Tun Datu Mustapha di Papar.
Berikut 12 fakta kunci dari hasil penyelidikan kematian Zara Qairina yang sedang berlangsung:
1. Penyebab awal kematian: Kematian Zara disebabkan oleh cedera otak akibat kekurangan oksigen dan aliran darah ke otak.
2. Ketidakpatuhan investigasi: Petugas investigasi gagal meminta pemeriksaan autopsi. Tindakan disipliner akan diambil terhadap petugas dan atasannya.
3. Persetujuan ibu: Ibu korban setuju dan meminta agar tidak dilakukan autopsi. Persetujuannya didokumentasikan dalam formulir resmi, yang ditandatangani oleh ibu, seorang ahli patologi, dan petugas investigasi.
4. Autopsi yang dilakukan pada 10 Agustus: Proses autopsi dilakukan oleh empat ahli patologi, yang mengonfirmasi penyebab awal kematian. Cedera otak diduga akibat terjatuh.
5. Keputusan Jaksa Agung: Jaksa Agung setuju untuk mengadakan penyelidikan. Permohonan akan segera diajukan kepada koroner. Penyelidikan ini bertujuan untuk menetapkan kebenaran dan penyebab pasti insiden tersebut.
Baca Juga: 124 Siswa Trauma Akibat Kematian Zara Qairina, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
6. Investigasi Kriminal: Satgas juga sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan unsur kriminal.
7. Penyebaran Berita Palsu: Polisi telah membuka 15 berkas investigasi terkait penyebaran informasi hoaks.
8. Penangkapan: Seorang perempuan berusia 39 tahun ditangkap karena dicurigai menyebarkan berita hoaks.
9. Dugaan Bullying: Penyidik juga sedang menyelidiki kemungkinan perundungan yang mungkin terjadi sebelum insiden tersebut.
10. Pernyataan saksi: Sebanyak 82 pernyataan telah dicatat, termasuk pernyataan dari para siswa. Beberapa saksi telah dipanggil kembali untuk membantu penyelidikan lebih lanjut.
11. Tidak ada keterlibatan VVIP: Investigasi tidak menemukan bukti keterlibatan dari VVIP mana pun.
12. Pengarahan keluarga: Semua cedera yang dialami Zara Qairina telah dijelaskan secara rinci kepada keluarganya dan perwakilan hukum mereka.
Itulah hasil penyelidikan kematian Zara Qairina Mahathir di Sabah, Malaysia. Sejauh ini, investigasi masih dilakukan sehingga penyebab tewasnya Zara Qairina masih belum dipastikan, apakah murni kecelakaan atau akibat bullying.
Berita Terkait
-
124 Siswa Trauma Akibat Kematian Zara Qairina, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Luka Parah Zara Qairina Bikin Merinding, Dokter: Kalaupun Hidup, Kondisinya seperti Mayat
-
Diduga Ingin Tutupi Kasus Kematian Zara Qairina, Kepsek Bujuk Ibu Korban Tak Lapor Polisi
-
Kronologi Tewasnya Zara Qairina Penuh Kejanggalan, Apa Hasil Investigasi?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali