Suara.com - Di tengah kondisi ekonomi yang dirasa berat oleh sebagian besar masyarakat, pernyataan Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengenai gaji anggota dewan menjadi tamparan keras.
TB Hasanuddin secara terbuka mengungkapkan bahwa take home pay atau gaji bersih yang diterima seorang anggota DPR bisa menembus angka lebih dari Rp100 juta per bulan.
Angka fantastis tersebut merupakan akumulasi dari gaji dan tunjangan, termasuk kompensasi pengganti fasilitas rumah dinas yang kini ditiadakan.
"Kan, tidak dapat rumah. Dapat rumah itu tambah Rp50 juta. Jadi take home pay itu lebih dari Rp100 juta, so what gitu loh," ujar Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (12/8/2025).
Tak berhenti di situ, politisi senior ini kemudian menyederhanakan hitungan tersebut ke dalam analogi harian.
"Bayangkan saja kalau dibagi Rp3 juta [per hari]... Saya sudah bersyukur, buat saya bersyukur sekali," tambahnya.
Sontak, pernyataan ini menyulut reaksi keras dari warganet. Media sosial dibanjiri perbandingan antara pendapatan legislator dengan profesi lain, terutama nasib guru honorer yang untuk mendapatkan Rp3 juta harus bekerja berbulan-bulan.
Pernyataan tersebut dinilai tidak sensitif dan semakin mengikis kepercayaan publik terhadap para wakil rakyat. Di tengah pernyataannya itu, publik menjadi penasaran dengan sosok TB Hasanuddin. Siapa kah ia dan apa jabatannya?
Siapa TB Hasanuddin? Dari Ajudan Presiden ke Kursi Parlemen
Baca Juga: Tragedi Kematian Prada Lucky Libatkan Perwira Muda Lulusan Akmil, TB Hasanuddin Ingatkan Tugas Ini
Di balik kontroversi tersebut, TB Hasanuddin bukanlah nama baru di kancah militer dan politik nasional.
Pria kelahiran Majalengka, 8 September 1952, itu memiliki rekam jejak panjang sebagai seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.
Lulusan Akademi Militer (AKABRI) tahun 1974 ini meniti kariernya dari bawah hingga mencapai puncak. Beberapa posisi strategis pernah diembannya, antara lain:
- Bertugas di Kodam Siliwangi dan Kodam I Aceh.
- Menjadi Komandan Sektor Pasukan Perdamaian PBB di Irak pada periode 1992-1993.
- Dipercaya sebagai ajudan untuk tokoh-tokoh penting negara, mulai dari Wakil Presiden Try Sutrisno (1996) hingga Presiden B.J. Habibie (1998-1999).
- Menjabat sebagai Sekretaris Militer untuk dua presiden, yakni Megawati Soekarnoputri (2001-2004) dan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2005).
Setelah pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal, TB Hasanuddin memilih melanjutkan pengabdiannya di jalur politik dengan bergabung bersama PDI Perjuangan.
Sejak terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI untuk periode 2009 hingga 2014. Kemudian dari 2014 hingga kini ia menjadi anggota Komisi I DPR RI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
3 Sepeda Gunung MTB Wimcycle Termurah dengan Frame Kokoh dan Suspensi Nyaman
-
5 Sepatu Puma Diskon 20 Persen di Sports Station, Harga Mulai Rp479 Ribuan
-
Bisakah Plester Hidrokolloid Hansaplast Atasi Bekas Jerawat di Wajah?
-
Cari Eyeliner Bagus? Ini 5 Pilihan yang Awet dan Dipuji Pengguna
-
4 Sepeda Elektrik Polygon dengan Baterai Tahan Lama dan Kayuhan Ringan
-
Link Resmi Recruitment Magang Pertamina 2026, Ada 400 Lowongan
-
Siapa Saja 8 Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi?
-
Arti Lagu Lalaki Langit Bupati Purwakarta Om Zein yang Dinilai Rendahkan Perempuan
-
Perbedaan Sepeda Gunung dan Road Bike, Mana yang Harus Dipilih?
-
Shio Apa yang Paling Tidak Beruntung di Tahun 2026? Ini Alasannya