Suara.com - Kata kunci Nyi Roro Kidul menjadi trending di X pada Selasa, 19 Agustus 2025. Hal ini disebabkan oleh video viral Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi tampak memberikan hormat kepada sosok perempuan yang mengenakan kostum Nyi Roro Kidul. Momen ini terjadi di tengah kirab HUT ke-80 RI.
Hal ini membuat banyak warganet menuding Dedi Mulyadi terobsesi dengan Nyi Roro Kidul.
Lantas seperti apa asal usul Nyi Roro Kidul di Jawa Barat?
Asal-Usul Nyi Roro Kidul: Legenda Ratu Pantai Selatan dari Tanah Sunda
Nyi Roro Kidul, atau yang sering disebut sebagai Kanjeng Ratu Kidul, adalah salah satu figur mitologi paling ikonik dalam budaya Indonesia, khususnya di wilayah Jawa.
Sosoknya digambarkan sebagai penguasa Laut Selatan yang cantik, berwibawa, dan penuh misteri.
Legenda Nyi Roro Kidul tidak hanya menjadi cerita rakyat yang diturunkan secara lisan, tetapi juga bagian integral dari kepercayaan spiritual masyarakat Jawa, terutama di Jawa Barat.
Asal-usul Nyi Roro Kidul sering dikaitkan dengan Kerajaan Pakuan Pajajaran, sebuah kerajaan Sunda kuno yang berpusat di wilayah Bogor, Jawa Barat, sekitar abad ke-15.
Baca Juga: Viral Detik-Detik Damkar Salatiga Evakuasi Balon Pedagang Terbang dan Tersangkut di Pohon!
Meskipun ada variasi cerita di berbagai daerah Jawa, versi yang paling kuat berakar di tanah Sunda, di mana Nyi Roro Kidul dianggap sebagai jelmaan seorang putri kerajaan yang tragis.
Menurut cerita rakyat yang beredar luas, Nyi Roro Kidul mulanya adalah seorang putri cantik bernama Putri Kandita. Ia adalah anak dari Prabu Siliwangi, raja besar Kerajaan Pakuan Pajajaran yang dikenal sebagai pemimpin bijaksana dan penuh karisma.
Prabu Siliwangi memiliki banyak istri dan selir, yang menyebabkan intrik istana yang rumit. Putri Kandita tumbuh menjadi gadis yang luar biasa cantik, pintar, dan disayangi oleh ayahnya.
Kecantikannya bahkan membuat iri hati para selir raja, termasuk ibu tiri Kandita. Mereka khawatir bahwa Kandita akan menjadi pewaris tahta atau favorit utama raja, sehingga merancang rencana jahat untuk menyingkirkannya.
Dalam versi legenda ini, ibu tiri dan para selir menggunakan ilmu hitam atau sihir untuk menyakiti Putri Kandita. Mereka menyihirnya sehingga tubuhnya dipenuhi penyakit kulit mengerikan, seperti borok atau kusta, yang membuatnya tampak menjijikkan.
Penyakit ini tidak hanya merusak kecantikannya, tetapi juga membuatnya dikucilkan dari istana. Prabu Siliwangi, meskipun menyayangi putrinya, terpaksa mengusirnya karena takut penyakit itu menular atau membawa sial bagi kerajaan.
Kandita pun pergi mengembara sendirian, penuh kesedihan dan keputusasaan. Ia berkelana hingga mencapai pantai selatan Jawa, tepatnya di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Di sana, ia memutuskan untuk melompat ke laut yang ganas, berharap air laut bisa menyembuhkan penyakitnya atau mengakhiri penderitaannya.
Namun, keajaiban terjadi. Saat tubuh Kandita menyentuh air laut, penyakitnya hilang seketika. Tubuhnya berubah menjadi sempurna kembali, bahkan lebih cantik dari sebelumnya.
Alih-alih mati, ia justru menjadi makhluk abadi yang menguasai lautan selatan. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai Nyi Roro Kidul, ratu yang berpakaian hijau kebiruan, warna yang melambangkan laut dan misteri.
Legenda Nyi Roro Kidul menjelaskan mengapa pantai selatan Jawa, seperti Pantai Parangtritis di Yogyakarta atau Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, sering dikaitkan dengan keberadaannya. Masyarakat percaya bahwa ombak besar dan arus kuat di sana adalah manifestasi kekuatan Nyi Roro Kidul.
Asal-usul Nyi Roro Kidul tidak hanya terbatas pada satu versi. Di Jawa Barat, cerita ini sering dikaitkan dengan sejarah Kerajaan Galuh, yang juga bagian dari wilayah Sunda kuno sekitar abad ke-13.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa Nyi Roro Kidul adalah keturunan langsung dari raja-raja Sunda, dan legenda ini muncul sebagai bentuk penghormatan terhadap alam serta peringatan akan bahaya laut selatan.
Ada pula variasi di mana Nyi Roro Kidul dihubungkan dengan perjanjian spiritual antara raja-raja Mataram di Jawa Tengah dengan penguasa laut, tetapi akar utamanya tetap di Jawa Barat.
Misalnya, dalam cerita lain, Nyi Roro Kidul disebut sebagai putri dari Prabu Siliwangi yang keenam, yang melarikan diri karena konflik istana.
Pengaruh legenda Nyi Roro Kidul di masyarakat Jawa Barat sangat mendalam. Di daerah seperti Cianjur Selatan atau Sukabumi, mitos ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Masyarakat setempat sering melakukan ritual penghormatan, seperti larangan memakai baju hijau di pantai karena dianggap sebagai warna milik ratu, atau upacara labuhan di mana barang-barang ditawarkan ke laut untuk memohon keselamatan.
Legenda ini juga mengajarkan nilai moral, seperti pentingnya keadilan, kesetiaan, dan penghormatan terhadap alam. Di era modern, cerita ini diabadikan dalam seni, seperti lukisan, tarian, dan film, yang memperkuat identitas budaya Sunda.
Bahkan, hotel-hotel di pantai selatan sering menyediakan kamar khusus untuk "tamu istimewa" yang diyakini sebagai Nyi Roro Kidul.
Secara historis, mitos Nyi Roro Kidul mungkin muncul sebagai penjelasan atas fenomena alam, seperti gelombang tinggi dan badai di Laut Selatan, yang sering menelan korban.
Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa legenda ini berkembang pada masa kekalahan Sultan Agung dari Mataram dalam ekspedisinya ke Batavia, di mana kekuatan alam dianggap sebagai sekutu ratu laut.
Namun, terlepas dari aspek mistisnya, cerita Nyi Roro Kidul mencerminkan kekayaan folklor Indonesia yang menyatukan sejarah, mitos, dan pelajaran hidup.
Pada intinya, asal-usul Nyi Roro Kidul di Jawa Barat adalah kisah tragis tentang seorang putri yang berubah menjadi dewi laut, simbol kekuatan perempuan dan harmoni dengan alam. Legenda ini terus hidup, mengingatkan kita pada warisan budaya yang harus dilestarikan.
Berita Terkait
-
Viral Detik-Detik Damkar Salatiga Evakuasi Balon Pedagang Terbang dan Tersangkut di Pohon!
-
Camat Sungai Bahar Klarifikasi Insiden Drum Band: Bukan Rayakan Ultah Istri, Tapi...
-
Benarkah Upacara HUT RI ke-80 di Pati Diganggu Pendemo? Viral di Medsos dan Polisi Bongkar Faktanya!
-
Viral Paskibraka Papua Barat Daya Nyaris Tumbang, Dibantu Rekannya hingga Tugas Selesai
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
7 Sampo Selsun untuk Atasi Ketombe dan Rambut Rontok, Mana yang Paling Efektif?
-
6 Shio Paling Banyak Cuan Pada 3 Januari 2026
-
5 Rekomendasi Body Spray untuk Atasi Jerawat Punggung, Mulai dari Rp 70 Ribuan
-
5 Sunscreen untuk Pria yang Nggak Bikin Wajah Abu-Abu, Nyaman Dipakai Harian
-
7 Vitamin Penambah Nafsu Makan untuk Dewasa Paling Ampuh, Harga Mulai Rp9 Ribuan
-
5 Sepatu Nike Ori Diskon hingga 75 Persen di JD Sports, Harga Promo Jadi Rp300 Ribuan
-
Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia
-
5 Calming Spray untuk Atasi Jerawat Meradang saat Aktivitas di Luar
-
5 Rekomendasi Walking Shoes Lokal Murah 2026: Mulai Rp100 Ribuan, Cocok Buat Gaji UMR
-
5 Pasta Gigi Murah untuk Memutihkan Gigi, Cocok untuk yang Suka Ngopi dan Merokok