Lifestyle / Komunitas
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:52 WIB
buku Jokowi’s White Paper (instagram @dokter_tifa)

Bagian ketiga Jokowi’s White Paper berisi analisis.

Setelah melakukan investigasi, tim penulis melakukan kajian menggunakan metode Error Level Analysis (ELA) untuk meneliti dokumen ijazah Jokowi.

Teknik tersebut digunakan untuk melacak kemungkinan adanya manipulasi digital pada ijazah yang beredar.

Tim penulis mengungkap ada indikasi ketidakotentikan dokumen dari ijazah tersebut.

4. Kajian Telematika

Roy Suryo juga menambahkan analisis berbasis teknologi informasi di buku Jokowi’s White Paper.

Sosoknya menyoroti pola komunikasi, rekam jejak digital, dan data pendukung lain. 

Menurut analisnya, ijazah Jokowi dianggap tidak konsisten dengan riwayat akademik seorang mahasiswa UGM pada masa Jokowi berkuliah.

5. Analisis Neuropolitik

Baca Juga: Siapa Mustoha Iskandar? Karib Jokowi Murka Mulyono Dituduh Calo Tiket, Ancam Polisikan Dokter Tifa

Terakhir adalah analisis neuropolitik dari Dr. Tifauzia Tiyassuma atau Dokter Tifa. Ia menyumbangkan tulisan dari sudut pandang perspektif behavioral neuroscience.

Ia menilai perilaku politik dan gaya komunikasi Jokowi melalui pendekatan neuropolitika. Kajian ini berusaha menautkan bahasa tubuh, pilihan kata, dan konsistensi narasi Jokowi dalam konteks akademik serta kepemimpinan.

Menurut Dokter Tifa, analisis ini memperkuat klaim bahwa ada ketidakselarasan antara narasi pribadi Jokowi dengan bukti akademiknya.

Demikian itu informasi mengenai apa saja isi buku Jokowi’s White Paper karya Roy Suryo. Buku Jokowi’s White Paper diterbitkan dalam dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris.

Buku ini tersedia pula dua versi cetak, versi premium/eksklusif dan versi reguler. Selain itu, buku ini juga dirilis dalam format digital e-book agar lebih mudah diakses publik.

Untuk cetakan pertama, tim penulis menyiapkan sekitar 5.000 eksemplar. Dengan dukungan Forum Diaspora Indonesia (FDI), buku ini juga direncanakan akan didistribusikan ke 25 negara. 

Terlepas dari kontroversinya, buku Jokowi’s White Paper mungkin bisa jadi sebuah referensi untuk memahami lika-liku Jokowi sebagai Presiden RI.

Sebagai tambahan informasi, ada sejumlah tokoh yang hadir dalam acara soft launching tersebut, antara lain Refly Harun, Said Didu, dan Jenderal Purn Tyasno Sudarto. Kehadiran mereka semakin menegaskan nuansa politis dari peluncuran buku ini.

Apalagi Roy Suryo mengklaim hasil kajian yang diterangkan dalam buku Jokowi’s White Paper mencapai kesimpulan bahwa 99,9 persen skripsi Jokowi palsu, sehingga tidak mungkin menghasilkan ijazah asli. Klaim ijazah palsu Jokowi ini semakin memicu perdebatan di kalangan masyarakat.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More