Namun flamingo era bukan hanya tentang kelelahan fisik. Lebih jauh, istilah ini menyentuh aspek mental dan emosional.
Banyak perempuan mengaku merasa "hilang" atau "tenggelam" di tengah rutinitas. Padahal di sisi lain, menjadi ibu juga menghadirkan kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri.
Postingan-postingan yang viral tentang flamingo era sering menyoroti dilema emosional perempuan. Mereka berada di persimpangan antara kebahagiaan karena memiliki keluarga dan rasa kehilangan karena tak lagi punya ruang sebesar dulu untuk diri sendiri.
Beberapa contoh pengalaman yang kerap muncul di media sosial antara lain:
- Hilangnya rasa percaya diri setelah melahirkan akibat perubahan fisik.
- Sulit membagi waktu antara karier dan urusan rumah tangga.
- Rasa rindu terhadap hobi atau impian pribadi yang tertunda.
- Kehilangan momen tenang untuk sekadar merawat diri.
Flamingo pun menjadi simbol yang tepat. Sama seperti bulu merah muda yang bisa kembali cerah ketika tubuhnya pulih, perempuan pun bisa mendapatkan kembali warna dirinya.
Prosesnya mungkin memakan waktu, biasanya ketika anak sudah lebih mandiri, ibu bisa kembali menghidupkan mimpi, mengejar karier, atau merawat diri dengan lebih leluasa.
Penyebab Flamingo Era Jadi Hits di Sosial Media
Lalu, ada beberapa alasan mengapa istilah ini cepat mendapat perhatian di media sosial atau menjadi hits. Penyebabnya karena:
1. Bahasa yang Puitis dan Mudah Dipahami
Alih-alih sekadar berkata, "lelah jadi ibu", istilah flamingo era memberi gambaran visual yang indah, sehingga lebih mudah dirasakan oleh banyak orang.
Baca Juga: Kini Tak Boleh Tangani Pasien BPJS, Ketua IDAI Ungkap Alasan Tolak Dimutasi: Ada Pelanggaran Serius
Di dalam istilah tersebut, seseorang masih menyimpan harapan akan datang masa di mana ia kembali bersinar.
2. Mewakili Perasaan Kolektif
Banyak perempuan ternyata mengalami hal serupa, tapi sulit mengungkapkannya. Dengan adanya istilah ini, mereka merasa punya bahasa bersama untuk bercerita.
3. Ruang untuk Saling Menguatkan
Cerita tentang flamingo era sering diiringi dengan pesan optimistis. Meski warna sempat memudar, ia bisa kembali. Para ibu pun bisa saling mendukung bahwa fase ini hanyalah sementara.
Demikian itu penjelasan istilah apa itu flamingo era yang hits di sosial media. Fase ini menyadarkan kita bahwa menjadi seorang ibu bukan hanya tentang merawat anak, tetapi juga soal menjaga diri agar tidak kehilangan jati diri. Semoga dapat memotivasi Anda untuk tetap bersemangat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi