Setelah itu, tepatnya pada 6 Desember 2019 Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) menggantikan Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Idham Azis, M.Si. yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Kepolisian Negara Indonesia (Kapolri).
Hingga tanggal 13 Januari 2021, Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Listyo Sigit Prabowo kepada DPR-RI sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Idham Aziz, lalu Komisi III DPR-RI yang dipimpin oleh Herman Hery menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Listyo Sigit.
Rapat pleno Komisi III lantas memutuskan bahwa mereka menyetujui pencalonan Listyo Sigit secara aklamasi. Keputusan ini kemudian disahkan oleh Puan Maharani selaku Ketua DPR-RI dalam sidang paripurna yang digelar sehari setelahnya.
Presiden Jokowi pun resmi melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pada tanggal 27 Januari 2021.
Dengan pelantikan tersebut, Kariernya sebagai Kapolri berlangsung tetap hingga saat ini, menjadikannya tokoh penting dalam sejarah modern Polri .
Profil Singkat Kapolri Listyo Sigit Prabowo
- Nama: Listyo Sigit Prabowo (lahir 5 Mei 1969 di Ambon, Maluku).
- Alumni Akademi Kepolisian (1991) dan beberapa pendidikan lanjutan lainnya.
- Menjadi Kapolri kedua yang beragama Kristen Protestan setelah Widodo Budidarmo, serta menjadi Kapolri termuda kedua saat dilantik (51 tahun lebih).
Visinya adalah memperkenalkan konsep "Polri Presisi" yang merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan .
Hingga tahun 2025, Listyo Sigit Prabowo telah menjabat sebagai Kapolri selama lebih dari empat tahun. Masa jabatan ini lebih panjang dibanding ekspektasi rotasi jabatan biasanya dalam institusi Polri . Namun, sampai adanya keputusan perubahan resmi, ia tetap menjalankan tugas sebagai Kapolri.
Dampak Kepemimpinannya dalam Polri
Baca Juga: Baskara Putra Ajak Publik Patungan untuk Sayembara Bongkar Jaringan Buzzer di Indonesia
Perjalanan kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo ditandai dengan beberapa sorotan penting, antara lain:
- Penanganan kasus besar seperti pembunuhan Brigadir J dan kerusuhan Kanjuruhan.
- Implementasi kebijakan "Presisi" yang menekankan keadilan dan akuntabilitas.
Kiprah tersebut turut mendapatkan perhatian media nasional dan internasional, menggarisbawahi pentingnya peran Kapolri dalam reformasi internal Polri .
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Listyo Sigit Prabowo resmi menjadi Kapolri pada 27 Januari 2021, posisi yang hingga saat ini masih dia pertahankan.
Sejak dilantik menggantikan Jenderal Idham Azis, ia memimpin Polri dalam periode yang penuh tantangan, mulai dari penegakan hukum hingga inovasi kebijakan internal. Pertanyaan sejak kapan Listyo Sigit Prabowo jadi Kapolri, kini bisa dijawab secara lengkap dan akurat.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
5 Mesin Cuci Front Loading Langsung Kering Tanpa Jemur, Baju Bisa Langsung Dipakai
-
5 Zodiak Paling Hoki Soal Keuangan dan Karier pada 13 April 2026
-
5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan
-
7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal
-
Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas
-
Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir
-
Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global
-
Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas
-
5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah
-
5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama