Suara.com - Ungkapan Gen Z menguasai dunia tampaknya benar adanya, dibuktikan dari tren fashion masyarakat kini sudah mengikuti gaya berbusana generasi kelahiran 1997 hingga 2012 itu.
Koordinator GlamLocal, Rizky Azhar membenarkan tren fashion Gen Z tengah menjamur di masyarakat.
Dari sisi modest fashion, hijab pasmina meleyot jadi ciri khas utama Generation Z ini.
"Sekarang gayanya hampir mirip semua (hijab) pasmina meleyot udah kelihatan sih terus sama Gen Z nih," ujar perempuan yang akrab disapa Kiky itu di acara GlamLocal di Summarecon Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Kiky merekomendasikan jika ingin membeli pasmina meleyot disarankan yang menggunakan bahan tencel atau serat kain ramah lingkungan yang berasal dari bubur kayu.
Bahan kedua yaitu rayon viscose yang bakal memberikan efek nyaman di kepala.
"Sekarang itu banyak banget ngeluarin yang tencel terus viscose sama rayon viscose (kain semi sintetis). Itu emang nyaman sih, plek banget di kepala," jelasnya.
Menurut Kiky, gaya berpakaian Gen Z yang dinilai memiliki "template" khusus ini terjadi karena dipengaruhi para influencer baru yang bermunculan dan semakin beragam.
Menariknya, gaya berpakaian ini tercermin dari pengunjung Gen Z di GlamLocal yang hadir sejak 27 hingga 31 Agustus 2025.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Kekuatan Jari Gen Z di Medsos Jadi Ancaman Baru, Pemerintah Harus Waspada
Kiky mengatakan mereka umumnya hadir dengan hijab pasmina meleyot, celana kulot atau barrel high dengan dominasi bahan fashion katun dan denim.
Begitu juga dengan permainan warna busana yang dikenakan menerapkan konsep gradasi.
"Mereka lebih simple. Simple, terus mainnya warna, color coordination. Mainnya kalau enggak warnanya sama antara atas dan bawah, terus warnanya main gradasi gitu. Misalkan di atas warnanya muda, di bawahnya gelap gitu. Kalau kayak color coordination gitu," jelas Kiky.
Bukan cuma gaya busana, menurut Kiky, warna fashion para Gen Z ini juga punya pola yang sama yaitu mahogany atau corak cokelat kemerahan yang pekat terinspirasi dari warna kayu pohon mahoni, dan warna ivory atau putih gading.
"Warnanya mahogany dan ivory ya itu perpaduan yang sekarang banget. Itu kemarin datang acara (GlamLocal Mid Year Sale) begitu semua padahal nggak dress code, tapi bisa begitu color coordination soalnya," ungkap Kiky.
Uniknya, kata Kiky, tren gaya busana Gen Z ini diprediksi akan bertahan hingga satu tahun mendatang.
Apalagi menurutnya item busana yang mayoritas terangkum dalam 90 brand modest fashion lokal di Bandung ini, cenderung mengedepankan kenyamanan dan bisa digunakan untuk sehari-hari.
"Aku ngeliatnya ketika itu memang banyak yang pakai dan emang nyaman. Apalagi untuk jatoh ya itu kan kalau hijab itu sehari-hari akan dipakai ya itu akan lebih lama sih trennya, karena dipakai terus-terusan," pungkas Kiky.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi