Sinkronisitas: Jung juga memperkenalkan konsep synchronicity, yaitu sebuah kebetulan yang bermakna. Dari sudut pandang ini, kartu yang Anda pilih bukanlah kebetulan biasa, melainkan kartu yang paling relevan dengan kondisi batin dan energi Anda saat itu.
Singkatnya, tarot menjadi alat untuk berdialog dengan diri sendiri. Jawaban yang Anda cari sebenarnya sudah ada di dalam diri Anda; kartu hanya membantu Anda menemukannya.
2. Tarot Sebagai Pemandu Energi (Pendekatan Spiritual)
Di sisi lain, ada pendekatan yang lebih spiritual. Sudut pandang ini meyakini bahwa proses pembacaan tarot melibatkan koneksi dengan intuisi, energi universal, atau bahkan pemandu spiritual.
Dalam pandangan ini, proses mengocok kartu adalah cara untuk "memasukkan" energi atau pertanyaan ke dalam dek.
Kartu yang muncul diyakini dipilih bukan oleh tangan, melainkan oleh energi yang lebih tinggi untuk menyampaikan pesan yang paling dibutuhkan oleh querent saat itu. Pembaca tarot berperan sebagai penerjemah atau medium untuk pesan tersebut.
Kesimpulan
Jadi anggapan bahwa kartu tarot bisa meramal nasib atau masa depan secara mutlak adalah kesalahpahaman.
Sebagian besar pembaca tarot modern akan setuju bahwa tarot tidak meramalkan masa depan yang pasti dan tidak bisa diubah. Sebab masa depan bersifat cair dan dipengaruhi oleh pilihan yang kita buat hari ini.
Baca Juga: Sinyal Reshuffle di Hari Libur? Prabowo Gelar Rapat Kabinet, Cak Imin dan Muzani Bungkam
Kembali ke fenomena "membaca" Presiden Prabowo, popularitas ini dapat dijelaskan.
Di tengah ketidakpastian sosial dan politik, manusia secara alami mencari pola, makna, dan kejelasan. Tarot, dalam konteks ini, menjadi alat budaya bagi masyarakat untuk:
- Memproses Kecemasan Kolektif: Membaca tarot tentang situasi nasional bisa menjadi cara untuk mengartikulasikan harapan dan ketakutan bersama.
- Mencari Narasi Alternatif: Di saat informasi simpang siur, tarot menawarkan kerangka naratif untuk memahami motivasi dan kemungkinan langkah yang akan diambil oleh para pemimpin.
- Merasa Terhubung: Ini menjadi pengalaman komunal di media sosial, tempat banyak orang bisa berdiskusi dan menafsirkan "pesan" dari kartu bersama-sama.
Pada akhirnya, cara kerja kartu tarot tidak sesederhana "sihir" atau "ramalan". Ia adalah alat multifungsi yang bisa menjadi fasilitator psikologis, panduan spiritual, atau sekadar pemicu refleksi diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Fun Run: Ini Konsep "Running Date" Pertama yang Viral di Kalangan Gen Z
-
6 Serum untuk Hilangkan Kerutan di Dahi, Kulit Jadi Tampak Awet Muda
-
Budget Rp30 Ribuan Dapat Sunscreen Apa? Cek 5 Pilihan Hemat yang Ada di Indomaret
-
5 Minyak Zaitun untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
-
5 Urutan Skincare untuk Hilangkan Flek Hitam Tanpa Merusak Skin Barrier
-
5 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali Buat Jalan 10 Ribu Langkah Setiap Hari
-
5 Pasta Gigi Pemutih untuk Putihkan Gigi Kuning
-
Apakah Flek Hitam Usia 40 Tahun Bisa Hilang? Ini 5 Retinol Paling Efektif
-
5 Bedak Wardah untuk Samarkan Flek Hitam, Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Shio yang Beruntung dan Mendapat Kemakmuran pada 18 Januari 2026