Suara.com - Warisan budaya kerap dianggap bagian dari masa lalu, tetapi di tangan yang tepat ia bisa menjadi sumber inspirasi sekaligus kekuatan ekonomi.
Jepang telah lama mencontohkan bagaimana budaya lokal dapat dijadikan landasan pembangunan ekonomi.
Sementara itu, Indonesia yang kaya akan tradisi dan peninggalan sejarah justru belum sepenuhnya mengoptimalkan potensi tersebut. Pembangunan kerap menempatkan kebudayaan di pinggir jalan.
Persoalan ini mengemuka dalam diskusi bertajuk “Dari Sakura ke Nusantara: Merajut Literasi dan Warisan Budaya Menjadi Sumber Ekonomi” yang digelar CORE Indonesia bersama Ngariksa pada Selasa malam (9/9/25) di Kafe Tenku, Jakarta.
Komunitas pecinta budaya, peminat naskah kuno, hingga pelaku ekonomi kreatif hadir membicarakan bagaimana warisan budaya bisa menjadi modal ekonomi.
Tamaki Hoshi, penulis novel budaya dan Putri Jepang 2021, menjadi salah satu narasumber utama. Ia menekankan bahwa setiap elemen budaya menyimpan nilai estetika yang mampu beresonansi lintas bangsa.
Menurutnya, narasi budaya dapat mendorong wisatawan untuk lebih terhubung dengan sebuah daerah.
“Saya memahami hal ini ketika mengamati batik. Setiap daerah punya perbedaan motif, sejarah, dan cerita. Tidak mungkin saya mengoleksi semua batik sebagai pakaian utuh. Tapi jika ada produk boneka berbatik dari tiap daerah, saya justru akan lebih termotivasi untuk berkeliling Indonesia,” ujarnya.
Pakar filologi Oman Fathurahman menambahkan, naskah kuno Indonesia menyimpan khazanah pengetahuan yang sangat luas, mulai dari agama, medis, teknologi, hingga pemikiran ekonomi dan politik. Ia bersama timnya telah mendigitalkan ribuan naskah.
Baca Juga: Flavio Boston, Usaha Sepatu Lokal yang Bertahan 30 Tahun
“Ada naskah tentang gempa dan banjir yang penting untuk mitigasi bencana. Ada pula komunitas yang membuat batik berdasarkan iluminasi naskah kuno. Sayangnya, masih banyak pengetahuan dan inspirasi yang belum digali,” kata penerima Habibie Prize 2023 itu.
Hendri Saparini, ekonom senior yang menggagas diskusi ini, menilai pemanfaatan budaya dapat menjadi strategi ekonomi yang sebanding dengan pemanfaatan sumber daya alam.
Menurutnya, literasi budaya adalah pintu masuk untuk menciptakan nilai tambah sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif.
“Diskusi ini merupakan ikhtiar untuk meningkatkan literasi sekaligus membangun kolaborasi lebih besar bagi tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis warisan budaya,” ujarnya.
Bagi CORE Indonesia, warisan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi yang bisa diolah untuk menjawab tantangan masa depan ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
-
Toner Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 3 Varian yang Banyak Diulas Bagus
-
Minum Susu Saat 1 Muharram Sunnah atau Bid'ah? Ini Penjelasan Buya Yahya
-
Baca Surat Yasin hingga Bermuhasabah, Ini 7 Amalan 1 Muharram yang Paling Dianjurkan
-
Doa Awal Tahun Muharram yang Dibaca Selepas Magrib di Malam Tahun Baru Hijriah
-
5 Tempat Wisata Legend di Jakarta yang Selalu Ramai Pengunjung
-
Minum Susu Putih Malam 1 Suro Baca Doa Apa? Ini Hukum Meminumnya saat 1 Muharram
-
Self-Love Bisa Dimulai dari Mandi, Harashta Haifa Pilih Aroma Sabun yang Bikin Mood Naik
-
Abel Cantika Pilih Busana Anak Bertema Karakter, Ini Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Si Kecil
-
4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian