- Satu lagi adik tingkat Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM masuk di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo.
- Ia adalah Rohmat Marzuki yang dilantik Prabowo hari ini sebagai Wamenhut.
- Bagaimana riwayat pendidikan dan rekam jejak kariernya sebelum menjadi wakil menteri?
Suara.com - Satu lagi adik tingkat Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM telah masuk di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo.
Hal itu terjadi hari ini ketika Presiden Prabowo Subianto menunjuk Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), menggantikan Sulaiman Umar.
Pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (17/9/2025) ini menandai babak baru dalam karier politik Rohmat, yang sebelumnya lebih banyak berkiprah di tingkat provinsi.
Penunjukan ini menarik perhatian publik, bukan hanya karena dinamika reshuffle kabinet, tetapi juga karena latar belakang Rohmat yang dianggap relevan dengan tugas barunya.
Lantas, bagaimana rekam jejak pendidikan dan karier yang mengantarkan politisi Gerindra ini ke posisi strategis di sektor kehutanan?
Akar Akademis di Bidang Kehutanan
Berbeda dengan banyak politisi yang kariernya tidak selalu linear dengan latar belakang pendidikannya, Rohmat Marzuki memiliki fondasi akademis yang kuat di bidang kehutanan.
Ia merupakan alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu institusi pendidikan kehutanan terkemuka di Indonesia.
Gelar Sarjana Kehutanan yang diraihnya menjadi modal intelektual penting yang kini ia bawa ke Kementerian Kehutanan.
Rohmat Marzuki adalah alumni Fakultas Kehutanan angkatan 1999. Artinya dia termasuk adik tingkat Jokowi, dimana presiden ketujuh RI ini lulus dari UGM pada tahun 1985.
Baca Juga: Daftar Lengkap 11 Pejabat Baru Dilantik Prabowo, dari Djamari Chaniago hingga Sarah Sadiqa
Latar belakang ini memberinya sudut pandang unik, di mana kebijakan yang akan dirumuskan tidak hanya berlandaskan pertimbangan politis, tetapi juga kaidah-kaidah ilmu kehutanan yang telah dipelajarinya.
Kedekatannya dengan almamater dan dunia kehutanan juga tecermin dari unggahan media sosialnya.
Dalam sebuah kiriman di akun Facebook-nya, Rohmat mengenang sosok Prof. Dr. Ir. Suhardi, M.Sc, Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM yang juga merupakan Ketua Umum pertama Partai Gerindra.
"Ketumnya khan Pak Prof. Suhardi dosen kita, sudah kenal waktu kita mahasiswa," tulisnya, mengutip percakapannya di awal mula bergabung dengan Gerindra.
Kenangan ini menunjukkan bahwa jejaknya di dunia politik tak bisa dilepaskan dari akar intelektualnya di UGM.
Rohmat menambah satu orang lagi dari lulusan Fakultas Kehutanan UGM yang masuk dalam kabinet Presiden Prabowo.
Berita Terkait
-
Daftar Lengkap 11 Pejabat Baru Dilantik Prabowo, dari Djamari Chaniago hingga Sarah Sadiqa
-
Jejak Kontroversi Djamari Chaniago, Terseret Insiden Pengeroyokan TNI dan Kini Jadi Menko Polhukam
-
Rosan Roeslani Disebut Bakal Jadi Menteri BUMN, Dilebur dengan Danantara?
-
Profil Rohmat Marzuki, Kader Loyal Gerindra dari Magelang Geser Adik Ipar Haji Isam dari Wamenhut
-
Kursi Menteri BUMN Kini Kosong, Erick Thohir: Nanti Ada...
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan