- Erick Thohir resmi menjabat sebagai Menpora, menggantikan posisi Dito Ariotedjo yang tersapu resuffle.
- Sejak beberapa periode terakhir, Menpora identik dengan sosok pria berkumis.
- Erick Thohir mematahkan budaya berkumis Menpora.
Suara.com - Reshuffle yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dianggap sebagai hal yang cukup baik bagi sebagian besar masyarakat. Salah satunya setelah Erick Thohir diangkat sebagai Menpora.
Jika dilihat secara historis Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dari masa ke masa, Erick Thohir patahkan budaya berkumis di jabatan ini.
Menpora terdahulu, Dito Ariotedjo, sebenarnya telah ‘menghidupkan’ kembali budaya berkumis untuk jabatan ini. Ia ditunjuk pada 2023 lalu, dan jabatannya kemudian disudahi pada pergantian belakangan ini.
Erick Thohir jika dilihat sejak lama tidak pernah menggunakan kumis. Lalu sebenarnya ada apa dengan budaya dan tradisi jabatan Menpora dan sosok berkumis yang menyandangnya?
Menpora dari Masa ke Masa
Jika melihat ke belakang, sejak tahun 2004 jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga selalu dipercayakan oleh seseorang dengan kumis di wajahnya.
Sekilas pengisi jabatan Menpora dari masa ke masa bisa disimak di bawah ini.
- Adhyaksa Dault, menjabat pada tahun 2004 hingga 2009
- Andi Mallarangeng, menjabat pada tahun 2009 hingga 2012
- Roy Suryo, menjabat pada tahun 2013 hingga 2014
- Imam Nahrawi, menjabat pada tahun 2014 hingga 2019
- Zainudin Amali, menjabat pada tahun 2019 hingga 2023
- Dito Ariotedjo, menjabat pada tahun 2023 hingga 2025
- Erick Thohir, menjabat mulai tahun 2025
Dari ketujuh pemegang jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut, hanya Zainudin Amali dan Erick Thohir yang diketahui tidak memiliki kumis. Lima sosok lainnya selalu tampil prima dengan kumis yang menghiasi wajahnya.
Jika ditarik lebih jauh lagi, terdapat lebih banyak nama yang pernah menduduki jabatan ini. Mulai dari Wikana (1946 - 1948), Supeno (1948 - 1949), Sutan Mohammad Rasjid (1948 - 1949), Soesanto Tirtoprodjo (1949), Maladi (1964 - 1966), Abdul Gafur (1983 - 1988), Akbar Tanjung (1988 - 1993), Hayono Isman (1993 - 1998), Agung Laksono (1998 - 1999), Juwono Sudarsono (1999(, dan Mahadi Sinambela (1999 - 2000).
Baca Juga: Ijazah Erick Thohir Disinggung Bekas Menpora di Depan Roy Suryo, Ada Apa?
Sebenarnya secara ketentuan, tidak ada poin yang mencantumkan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga harus seseorang yang memiliki kumis.
Namun sejak era Adhyaksa Dault, sosok laki-laki berkumis selalu identik dengan jabatan yang bertanggung jawab pada sektor kepemudaan dan olahraga Indonesia ini.
Jabatan yang Mengejutkan
Sebelumnya, Erick Thohir didapuk sebagai Menteri BUMN yang membawahi banyak bidang kerja. Namun demikian beberapa waktu lalu, jabatan tersebut dicopot, dan dirinya dipercaya untuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, selaras dengan jabatan yang juga disematkan padanya sebagai Ketua Umum PSSI.
Nama Erick Thohir sendiri dianggap sebagai kejutan oleh banyak orang. Pasalnya beliau tidak masuk dalam bursa Menpora dan kandidat yang diisukan publik, seperti Moreno Soeprapto, Puteri Komarudin, hingga Raffi Ahmad.
Misi sebagai Menpora
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan