- Tuntutan nafkah Rp100 Tasya Farasya kepada Ahmad Assegaf menjadi perbincangan sendiri
- Zaman sekarang, uang 100 perak bisa buat apa?
- Apakah hanya simbolis atau sindiran saja buat Ahmad Assegaf?
Suara.com - Publik kembali dibuat salfok dengan drama perceraian Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf. Bukan hanya soal outfit dan tas Hermes yang ia kenakan di pengadilan, tetapi juga fakta bahwa Tasya hanya menuntut nafkah Rp100 perak dari sang suami.
Jumlah itu sontak jadi bahan perbincangan netizen. Pasalnya, di zaman sekarang, uang Rp100 hampir tidak ada nilainya.
Pertanyaannya, emang uang Rp100 bisa dipakai untuk apa saja?
Uang 100 Perak di Kehidupan Sehari-hari
Kalau bicara nilai sebenarnya, Rp100 nyaris tak bisa membeli apapun di warung atau minimarket. Permen termurah pun kini rata-rata Rp200 hingga Rp500. Jadi, receh ini lebih sering berfungsi sebagai uang kembalian untuk membulatkan harga.
Dulu, Rp100 mungkin masih bisa dipakai membeli kantong plastik, es batu, atau bumbu dapur sachet. Namun kini, semua itu sudah naik harga.
Dengan kata lain, uang Rp100 murni tinggal jadi pelengkap, bukan alat transaksi utama.
Paling mentok, uang pecahan Rp100 ini hanya bisa ditabung dahulu menjadi seribu, dua ribu dan kelipatannya agar bisa untuk membeli barang-barang layak.
Atau bisa juga dijadikan koleksi. Kalau bicara dunia koleksi, uang Rp100 justru bisa berharga tinggi.
Baca Juga: Tasya Farasya Bawa Hermes Himalaya Tapi Cuma Minta Nafkah Rp100, Inikah Cara Balas Dendam Gemini?
Contohnya, koin Rp100 keluaran 1978 bergambar rumah gadang bisa dijual Rp10 ribu hingga Rp50 ribu. Ada juga koin Rp100 bergambar burung jalak yang laku puluhan ribu rupiah di marketplace.
Nilai Simbolis dalam Tuntutan Tasya
Kalau dari sisi hukum, tuntutan nafkah Rp100 yang diajukan Tasya Farasya bisa dibaca sebagai statement kuat. Angka receh itu seolah menyiratkan pesan: ia tidak membutuhkan nafkah besar, bahkan sekadar formalitas saja sudah cukup.
Publik pun menilai ini sebagai bentuk kemandirian Tasya, sekaligus sindiran halus bahwa dirinya sudah tak bergantung lagi pada sang mantan suami.
Apalagi belakangan terkuak bahwa ternyata, Ahmad Assegaf selama ini tidak pernah memberi nafkah kepada Tasya Farasya baik secara lahir dan batin.
"Jadi memang Ibu Tasya juga merasakan tidak mendapatkan nafkah lahir dan batin secara layak selama ini gitu," ungkap pengacara Tasya Farasya, M. Fattah Riphat pada Rabu, 24 September 2025.
Berita Terkait
-
Viral, Suami Tasya Farasya Diduga Gadai Sertifikat Properti Mertua Demi Utang Miliaran
-
Sangun Ragahdo Anak Siapa? Pengacara Tasya Farasya Punya Latar Belakang Mentereng
-
Tasya Farasya Bawa Hermes Himalaya Tapi Cuma Minta Nafkah Rp100, Inikah Cara Balas Dendam Gemini?
-
5 Koleksi Tas Hermes Tasya Farasya, dari yang Langka hingga Warna Menyala Tembus Miliaran Rupiah
-
Review dan Harga Makeup MOP Beauty Milik Tasya Farasya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung