- Gaya hidup pet-friendly makin populer, hewan peliharaan kini dianggap bagian keluarga sehingga butuh ruang publik dan wisata yang ramah hewan
- PIK Tourism Board dukung penuh PAW Expo 2026, menegaskan komitmen menjadikan kawasan ini jadi pionir kawasan wisata pet-friendly di Indonesia.
- PAW Expo bukan hanya selebrasi, tetapi juga ruang edukasi, kolaborasi, dan langkah nyata menuju kota yang lebih inklusif.
Suara.com - Bagi banyak orang, hewan peliharaan bukan sekadar teman, melainkan anggota keluarga. Mereka diajak berjalan sore, menemani di kafe, hingga ikut berlibur.
Tren gaya hidup pet-friendly ini berkembang pesat di kota-kota besar, seiring meningkatnya kesadaran akan kesejahteraan hewan sekaligus kebutuhan ruang publik yang lebih inklusif.
Tak heran, kawasan wisata yang ramah hewan kini semakin dicari. Konsep ini tidak hanya memberi kenyamanan bagi pemilik hewan, tetapi juga membuka peluang bagi industri pariwisata dan gaya hidup.
Mulai dari kafe, hotel, hingga ruang terbuka publik berlomba menyediakan fasilitas yang ramah bagi hewan peliharaan.
Pionir Kawasan Pet-friendly di Jakarta
Jakarta pun tidak mau ketinggalan. Pantai Indah Kapuk (PIK), melalui PIK Tourism Board, menunjukkan komitmen kuat untuk menjadi kawasan wisata pet-friendly.
Hal ini dibuktikan dengan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan PAW Expo 2026, ajang perayaan dan edukasi terbesar bagi pecinta hewan di Indonesia.
Dukungan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Black Owl, PIK (24/9/2025), yang dihadiri lebih dari 200 peserta, mulai dari komunitas, pelaku industri, hingga media.
“Hewan peliharaan kini menjadi bagian keluarga modern. Mereka layak mendapat ruang yang nyaman dan ramah di tengah kota. PAW Expo 2026 adalah bukti komitmen PIK untuk mewujudkan kawasan inklusif dan pet-friendly,” ujar Fenny Maria, Head of Tourism Development Agung Sedayu Group.
Baca Juga: Tren Liburan 2025: Bukan Lagi Soal Foto, Wisatawan Lebih Butuh Pengalaman Unik dan Autentik
Para narasumber yang hadir juga menekankan pentingnya langkah ini. Stefanus Andy, Founder Pet Adventure Wonderland, menilai dukungan PIK menunjukkan pemahaman akan kebutuhan komunitas pecinta hewan.
Sementara Damon Rizki, Director PT Royal Aneka Fauna, berharap PAW Expo tak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga wadah edukasi dan kolaborasi.
Peserta juga diajak melihat langsung NICE, venue utama PAW Expo, yang disiapkan dengan fasilitas lengkap. “PAW Expo adalah pergerakan. Kami sediakan venue dan fasilitas terbaik,” tegas Ryan Adrian, Managing Director NICE.
Tren Gaya Hidup Pet-friendly
Fenomena ini sejalan dengan tren global. Di berbagai kota besar dunia, kawasan wisata pet-friendly menjadi daya tarik tersendiri. Kehadiran ruang terbuka, restoran ramah hewan, hingga festival khusus komunitas menjadikan kota lebih hidup dan inklusif.
PIK ingin menghadirkan pengalaman serupa di Indonesia. Dengan dukungan untuk PAW Expo 2026, kawasan ini bukan hanya sekadar destinasi hunian dan komersial, melainkan juga pionir destinasi wisata yang ramah hewan dan mendukung gaya hidup modern.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi
-
Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia
-
Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan
-
Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan
-
Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas