Suara.com - Evan Haydar, seorang pemuda berdarah Indonesia, kini menjadi sorotan publik berkat kisah inspiratifnya berkarier Tesla.
Berasal dari kota kecil Gresik, Jawa Timur, Evan berhasil menembus pasar kerja global dan kini menempati posisi strategis sebagai HR Specialist di perusahaan mobil listrik raksasa dunia, Tesla, yang berbasis di Berlin, Jerman.
Melalui akun Instagram pribadinya, @evanhaydar, dia sering membagikan perjalanan hidupnya yang berliku untuk memberikan motivasi kepada ribuan pengikutnya.
Lantas apa rahasia WNI Evan Haydar bisa sukses berkarier di Tesla? Simak penjelasan berikut ini.
Sosok Evan Haydar
Tak banyak yang tahu, Evan Haydar semasa sekolah bukanlah sosok yang gemar belajar. Dia mengaku sering merasa tidak cocok dengan sistem pendidikan yang ada.
Akibatnya, Evan pernah menduduki peringkat ke-25 dari 30 siswa di kelasnya, bahkan kerap dipanggil ke ruang Bimbingan Konseling (BK) karena sering membolos dan membuat masalah. Namun di balik kenakalan masa remajanya, tersembunyi tekad besar untuk mengubah nasib.
Pada tahun 2016, setelah lulus SMA, Evan membuat keputusan berani yakni pindah ke Jerman. Dia terdorong oleh informasi bahwa biaya kuliah di sana tergolong gratis.
Berbekal niat dan keberanian, Evan meninggalkan Tanah Air tanpa sanak saudara. Awalnya, hidup di Jerman tidaklah mudah. Evan harus berjuang keras dengan menjalani berbagai pekerjaan serabutan demi menyambung hidup, mulai dari buruh pabrik kertas, pabrik obat, waiter di restoran, hingga bekerja di dapur Burger King.
Kisah perjuangan Evan juga diwarnai dengan kegagalan. Dia pernah ditolak saat mendaftar kuliah, sebuah pukulan telak yang sempat membuatnya merasa putus asa. Namun, pengalaman pahit inilah yang justru membentuk karakternya.
Baca Juga: Heboh Patwal 'Tot tot Wuk wuk' Kawal Tesla Cybertruck Berpelat ZZH di Tol, Mobil Siapa?
Jauh dari keluarga, Evan belajar mandiri, berintrospeksi, dan memperbaiki diri. Tekadnya membuahkan hasil, Evan berhasil menempuh pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar Sarjana International Business dari HTW Berlin (Hochschule für Technik und Wirtschaft Berlin).
Rahasia Sukses Berkarier di Jerman
Evan meyakini bahwa salah satu kunci utama keberhasilannya adalah kemampuan beradaptasi. Dia pun sadar bahwa perbedaan budaya, bahasa, dan gaya hidup antara Gresik dan Berlin sangatlah signifikan. "Jujur, Gresik dan Berlin itu beda banget. Mindset-nya, bahasanya, juga kebiasaan-kebiasaannya," kata Evan.
Dia pun menyaksikan sendiri banyak mahasiswa Indonesia yang akhirnya menyerah dan kembali ke tanah air karena tidak kuat menghadapi tantangan tersebut.
Lantas bagaimana cara Evan bertahan? Dia fokus pada dua hal yakni penguasaan bahasa dan belajar langsung dari lingkungan sekitarnya.
"Aku dulu fokus mantepin bahasa Jermanku, bahasa Inggrisku. Aku milih untuk belajar langsung dari orang-orang lokal dan internasional," jelasnya.
Dengan berinteraksi langsung, Evan tidak hanya mengasah kemampuan bahasa, tetapi juga mempelajari mindset, cara kerja, dan cara hidup orang-orang di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?