Dengan halus, ia meminta agar program MBG disalurkan saja untuk sekolah- sekolah lain yang lebih membutuhkan.
“Udah ada dapur sendiri buat apalagi kan ada MBG,” lanjutnya.
Akun tersebut juga mengatakan bahwa pihak MBG sudah berkali-kali datang ke sekolah, namun pihak Yayasan tetap dengan pendirian awal, yakni menolak MBG.
Karena sudah berkali-kali datang ke yayasan lalu ditolak, akhirnya pada September lalu, pihak MBG datang bersama aparat dan meminta pihak pengelola yayasan untuk tidak menolaknya lagi.
“Sampe beberapa kali mereka datang bulan September bawa aparat dong dan kali ini gak boleh nolak,” sambungnya.
Menurut pihak MBG, tahap kedua penyaluran program MBG ini, semua pihak sekolah wajib menerimanya.
2. Takut Keracunan
Takut Keracunan
Mengingat banyaknya keluhan mengenai kualitas menu makanan MBG hingga adanya kabar keracunan masif di Jawa Barat membuat wali murid takut dan cemas.
Dimana, banyak pelajar terpaksa terbaring lemas di rumah sakit akibat keracunan MBG. Gejala awal ditandai dengan mual, muntah, diare bahkan nyeri perut.
Baca Juga: Guru Penanggung Jawab MBG Dapat Insentif 100 Ribu per Hari, Ini Regulasinya
Hal itu pula yang membuat,wali murid menjadi takut dan cemas. Jangan sampai apa yang dialami sejumlah pelajar di Jawa Barat, akan terjadi berulang dan menimpa anak sendiri. Kabarnya, bulan Oktober mendatang sekolah tersebut akan menerima program MBG tersebut.
“Semoga gak ada kasus aneh-aneh please, duh mana anak gue susah makan kalua sampe kracunan jua Ya Allah jangan sampe,” keluhnya.
Pemerintah Evalusi MBG
Wali murid sempat kecewa dengan pihak MBG yang datang ke sekolah dengan aparat dan menduga pihak tersebut akan membawa ke ranah pidana jika terjadi lagi penolakan.
Ia hanya berharap pemerintah membenahi dan mengevaluasi lagi program MBG terutama soal kualitas makanan agar para orang tua tidak takut nanti anaknya jadi korban selanjutnya.
“Ngapain segala bawa-bawa aparat, duh gila-gila nih pemerintah,” katanya.
“Benerin dulu kali programnya biar orang-orang gak pada takut. Ini main paksa saja!,” imbuhnya.
Sedikit infromasi, saat ini pihak sekolah tersebut masih belum menerima MBG, kabarnya masih dikordinasikan oleh SPPG.
Namun pihak yayasan, mencoba melakukan negoisasi kepada pihak pengelola MBG dengan mengalihkan menu berat MBG menjadi makanan ringan.
“Semoga di ACC biar hati mamak ini tenang semua,” pungkasnya.
Meski demikian, belum dapat diketahui secara pasti apakah akun-akun tersebut benar berasal dari orang tua pelajar.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Terpopuler: Serum Retinol Atasi Jerawat untuk Pemula, Mengenal Arti Starstruck
-
Pertanian Jadi Penyumbang Utama Emisi Metana di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Iklim?
-
Benarkah Menikah di Bulan Suro Bikin Sial dan Rumah Tangga Hancur? Ini Pandangan Islam dan Budaya
-
Apa Bedanya Cushion Skintific Hijau dan Pink? Cek Manfaat dan Harganya
-
Daftar 3 Shio Paling Malas, Hobi Menunda-nunda Pekerjaan
-
5 Moisturizer Pria dengan Rating Sempurna di Shopee, Atasi Kulit Kusam dan Berjerawat
-
5 Cara Mengetahui Parfum yang Kedaluwarsa, Ini Tanda-tandanya
-
Memaknai Peran Ganda: Bagaimana Perempuan Karier Bisa Menginspirasi Generasi Muda
-
5 Body Lotion Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Ampuh Cerahkan Kulit Kusam
-
3 Sabun Mandi Batangan Paling Laris di Shopee, Review Pembeli Terbukti Ampuh Mencerahkan Kulit Kusam