Pantai Pulau Merah, yang terletak di Desa Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, telah menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan yang mencari keindahan alam dan aktivitas petualangan.
Dilansir dari hireadriver.id, Keunikan dengan Pantai Pulau Merah dengan kondisi pantai yang masih alami,bersih, dan sinar matahari yang bersinar membuat laut menjadi berwarna kemerahan.
Dengan pasir merah yang unik dan pemandangan sunset yang memukau, pantai ini menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung. Mendapat julukan sebagai “pantai Pink Banyuwangi”.
Dikenal pula dengan sebutan Pantai Merah, pesona pantai ini tidak hanya berasal dari pasirnya, tetapi juga dari ombaknya yang memikat para peselancar.
Ombak yang dapat mencapai tinggi hingga dua meter menjadikannya tempat yang sempurna untuk peselancar, baik untuk pemula maupun peselancar yang sudah berpengalaman. Pantai ini juga populer di kalangan peselancar nasional dan internasional, baik amatir maupun profesional.
Waktu terbaik untuk menikmati keindahan Pantai Pulau Merah adalah di pagi hari saat matahari terbit atau di sore hari saat matahari terbenam.
Namun, banyak wisatawan lebih memilih untuk mengunjungi pantai ini pada sore hari untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam dan berkemah di area pantai pada malam hari.
Jika Anda menyukai berselancar, Pantai Pulau Merah adalah pilihan yang tepat, karena memiliki ombak yang cukup besar dan menantang, ideal untuk berselancar.
Selain berselancar, Pantai Pulau Merah juga menawarkan kesempatan untuk bersantai dan menikmati panorama yang menakjubkan.
Baca Juga: 9 Rekomendasi Wisata di Danau Toba, 'Surga' Tersembunyi yang Menarik Dijelajahi
Pengunjung dapat menikmati keindahan sunset yang spektakuler, dimana langit berubah warna menjadi nuansa merah dan oranye saat matahari terbenam di ufuk barat.
Terdapat banyak tempat penyewaan papan selancar di sekitar pantai, sehingga pengunjung dapat dengan mudah mencoba aktivitas ini.
Jika kita berangkat dari Kota Banyuwangi, perjalanan menuju pantai ini memakan waktu sekitar 2-3 jam. Meskipun jaraknya cukup jauh dari pusat kota, pengalaman berharga yang didapatkan di Pantai Pulau Merah sangatlah sepadan.
Di Banyuwangi, terdapat berbagai tempat wisata menarik, tetapi akses ke lokasi-lokasi tersebut bisa sulit; beberapa di antaranya memerlukan penyeberangan sungai, sehingga Anda memerlukan kendaraan off-road khusus.
Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena pengemudi lokal di Banyuwangi siap membantu memenuhi kebutuhan perjalanan wisata Anda.
Seorang pengemudi yang berfungsi sebagai pemandu wisata akan membuat perjalanan Anda menjadi lebih nyaman dan lancar. Mengingat akses menuju Pantai Pulau Merah cukup menantang dan jauh dari pusat kota, percayakan perjalanan Anda kepada pengemudi yang berpengalaman.
Banyuwangi Terletak di ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi dikenal sebagai lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbit di Jawa.
Kabupaten Banyuwangi juga menawarkan pemandangan yang asri dan alami, serta berbagai tempat menarik yang patut untuk dieksplorasi.
Pantai Pulau Merah memiliki sejarah yang cukup menarik. Bukit yang terdiri dari tanah merah ini memiliki ketinggian sekitar 200 meter dan terletak dekat pantai.
Meskipun bukit tersebut terbuat dari tanah merah, warnanya tidak seintensif yang kita bayangkan, terutama jika dilihat dari kejauhan. Sebaliknya, pengunjung akan melihatnya sebagai bukit hijau yang lebat dengan berbagai tanaman.
Jika mau, pengunjung dapat mendaki ke puncak bukit, tetapi untuk mencapainya, Anda perlu menunggu hingga air surut.
Suasana tenang dan pemandangan yang memukau menjadikan pantai ini tempat yang sempurna untuk bersantai selepas beraktivitas.
Dengan akses yang relatif mudah dari pusat kota Banyuwangi, Pantai Pulau Merah menjadi pilihan ideal bagi wisatawan lokal maupun internasional.
Banyak pengunjung yang merekomendasikan pantai ini sebagai destinasi yang harus dikunjungi saat berada di Banyuwangi.`
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti
Berita Terkait
-
9 Rekomendasi Wisata di Danau Toba, 'Surga' Tersembunyi yang Menarik Dijelajahi
-
Rekomendasi Wisata di Madiun untuk Libur Lebaran 2025 Lengkap: Ada Alam, Sejarah, Hingga Keluarga
-
10 Tempat Rekomendasi Wisata Lebaran Low Budget di Surabaya
-
Jelajahi Surga Tropis: Rekomendasi Wisata Pulau-Pulau Terindah di Thailand Selatan
-
Ide Liburan Nataru Anti Boncos: Rekomendasi Wisata Gratis di Bandung & Jogja
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Inspiratif, Kisah Suli dan Komunitas TWS Gagas Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di NTT
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan Kuota Terbanyak, Aman Buat War Tiket!
-
Kampung Ramadan Wedomartani, DRW Skincare Hadirkan Berbagi dan Pemberdayaan UMKM
-
6 Sepatu Sandal Unisex Paling Nyaman dan Stylish untuk Acara Ramadan
-
Jadwal Pengisi Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Akhir Pekan Ada Menkeu Purbaya
-
THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya
-
Lengkap! Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur Gratis di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan
-
Jejak Pendidikan Alex Noerdin: Pernah Ikut Program Harvard hingga Kena Kasus Korupsi
-
Parfum Siang vs Malam: Beda Waktu, Beda Aura, Beda Karakter Wangi
-
10 Link Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbaru Masih Buka, Buruan Daftar Kuota Terbatas