- Pembangunan musala di perumahan di Kota Harapan Indah menjadi simbol keseimbangan antara gaya hidup modern dan nilai spiritual.
- Inisiatif ini tak hanya menghadirkan fasilitas ibadah, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
- Musala baru ini diharapkan menjadi tempat tumbuhnya kedamaian dan kebersamaan di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Suara.com - Hidup di kawasan perkotaan yang serba cepat sering kali membuat orang rindu akan ruang hening — tempat untuk menenangkan diri sekaligus mempererat hubungan dengan sesama. Itu sebabnya, hunian modern kini memperhatikan juga pengadaan fasilitas ibadah yang diharapkan menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial bagi warga sekitar.
Inisiatif ini kemudian diwujudkan oleh pengembang Damai Putra Group melalui peletakan batu pertama Musala Vasana & Neo Vasa, yang digelar pada Jumat (10/10/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan, perwakilan warga, dan tokoh masyarakat setempat. Momentum ini menandai langkah awal lahirnya ruang ibadah yang bukan hanya berfungsi sebagai fasilitas umum, tapi juga simbol kebersamaan dan harmoni di tengah lingkungan hunian modern.
Direksi Helmy Taher, menyampaikan bahwa pembangunan musala ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fasilitas sosial, melainkan juga bagian dari upaya menghadirkan kehidupan yang seimbang antara jasmani dan rohani.
“Pembangunan musala ini tidak hanya memiliki nilai sebagai fasilitas pendukung lingkungan hunian, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam — sebagai pondasi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang berlandaskan iman, kebersamaan, dan kedamaian,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat beribadah, keberadaan musala ini juga diharapkan menjadi titik temu warga — tempat berbagi cerita, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat positif dalam komunitas.
Di tengah ritme hidup perkotaan yang padat, ruang seperti ini menjadi pengingat bahwa kenyamanan sejati bukan hanya soal bangunan yang indah, tapi juga kedamaian batin di dalamnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik