Lifestyle / Female
Minggu, 12 Oktober 2025 | 14:57 WIB
Nurul Sahara [YouTube KDM]

Suara.com - Perseteruan sengit antara Nurul Sahara dengan tetangganya, Imam Muslimin atau akrab disapa Yai Mim, seorang mantan dosen dari UIN Malang masih jadi sorotan publik.

Konflik yang berawal dari sengketa lahan ini semakin memanas hingga menyeret nama institusi pendidikan tinggi.

Kabar terbaru yang paling menghebohkan adalah potensi Drop Out (DO) yang mengancam status akademik Sahara di kampusnya.

Lantas, di mana sebenarnya Nurul Sahara menempuh pendidikan tingginya dan seberapa besar ancaman DO ini nyata? Simak penjelasan berikut ini.

Pendidikan dan Isu Ancaman DO Nurul Sahara

Nurul Sahara [TikTok]

Nurul Sahara memiliki latar belakang pendidikan yang cukup mentereng. Dia bukan hanya seorang mahasiswa, tetapi juga seorang dosen yang aktif di dunia akademik.

Sahara adalah alumni dari Universitas Brawijaya (UB). Dia menempuh pendidikan S2 Magister Administrasi Publik di universitas ternama tersebut.

Saat ini, statusnya adalah mahasiswa S3 Program Doktor di UB, institusi yang sama.

Selain sebagai mahasiswa, Sahara juga tercatat pernah menjadi asisten dosen paruh waktu di Universitas Islam Malang (UIN Malang) pada periode 2017 hingga 2020.

Latar belakang pendidikan yang tinggi ini membuat kontroversi yang melibatkan Sahara semakin disorot, terutama ketika status mahasiswanya terancam akibat konflik personal.

Baca Juga: Makin Panas! Sahara Laporkan Yai Mim atas Dugaan Pelecehan Seksual dengan Alat Bukti

Isu ancaman DO terhadap Sahara mencuat setelah beredar video di media sosial dari akun TikTok @saifuljamilputram.

Video itu merekam diskusi antara seorang mahasiswa dan dosen yang diduga merupakan pengajar di kampus Sahara.

Dalam cuplikan video, seorang mahasiswa menanyakan apakah perilaku Sahara yang viral dan kontroversial dapat berujung pada DO.

Sang dosen memberikan jawaban yang tegas dan lugas. Dia mengaitkan status akademik dengan ranah hukum dan kode etik.

"Iya sih, sebenarnya Sahara itu kalau dia seperti itu, yang kalau memang nanti sudah masuk ke ranah hukum dan sudah diputuskan dia bersalah, dia sudah melanggar kode etik," kata sang dosen.

"Kode etik itu kalau enggak salah di butir ke G... bahwa dia sudah melakukan tindakan kriminal atau kekerasan, ya yang jelas salah satunya dikeluarkan dari universitas itu," sambung dosen itu.

Kronologi Konflik Sahara vs Yai Mim

Nurul Sahara, Yai Mim [kolase]

Perseteruan antara Nurul Sahara dan Yai Mim, mantan dosen UIN Malang, bermula dari masalah sengketa lahan di depan rumah Yai Mim.

Dalam kronologinya, Yai Mim mengklaim bahwa dia telah mewakafkan sebidang tanah di depan rumahnya sebagai jalan umum.

Namun Nurul Sahara, yang memiliki bisnis rental mobil, kerap menggunakan lahan tersebut untuk memarkir kendaraannya, dengan asumsi bahwa lahan itu termasuk area yang dia sewa.

Ketika Yai Mim berusaha melaporkan hal ini kepada pengurus RT setempat, laporannya tidak digubris. Masalah ini semakin memanas ketika Yai Mim membagikan sertifikat tanahnya ke media sosial, sebuah bukti yang tetap tidak dipercayai oleh Sahara.

Puncaknya, Yai Mim mengaku bahkan sempat diusir dari rumahnya sendiri oleh Sahara dan perangkat RT/RW setempat.

Awalnya, unggahan Sahara di akun @sahara_vibesssss sempat menarik simpati publik. Namun seiring berjalannya konflik dan munculnya unggahan dari istri Yai Mim, warganet berbalik arah bahkan menilai Sahara bersikap arogan dan tidak bijak.

Saat ini kasus tersebut telah memasuki ranah hukum dan sedang diselidiki oleh Polresta Malang Kota. Yai Mim melaporkan Sahara dengan tiga tuduhan serius yakni UU ITE, persekusi, dan penistaan agama (terkait pembakaran sajadah milik istri Yai Mim).

Sementara itu, Sahara juga melayangkan laporan balik terhadap Yai Mim atas dugaan pencemaran nama baik dan pelecehan seksual verbal.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More