- Industri parfum lokal butuh wadah kolaboratif agar mampu bersaing dengan merek global.
- NOES hadir sebagai retail concept store pertama yang menyatukan lebih dari 20 brand parfum premium Indonesia.
- Merekamemperkuat rantai pasok dan memperluas distribusi parfum lokal melalui kolaborasi, edukasi, dan ekspansi nasional.
Suara.com - Selama bertahun-tahun, industri parfum Indonesia menghadapi tantangan besar: kurangnya wadah kolaborasi dan distribusi bagi merek-merek lokal premium.
Banyak kreator aroma dalam negeri yang memiliki kualitas setara dengan produk internasional, namun terhambat oleh keterbatasan promosi dan akses pasar. Akibatnya, nama-nama besar parfum lokal sering tenggelam di tengah dominasi merek luar negeri.
Padahal, Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor ini. Negara ini dikenal sebagai penghasil minyak esensial utama dunia seperti nilam, vetiver, dan cendana, bahan dasar parfum yang banyak digunakan oleh brand global.
Namun tanpa sinergi antar pelaku industri, potensi besar tersebut belum terwujud maksimal. Diperlukan sebuah ekosistem yang bukan hanya menjual produk, tapi juga mempertemukan kreator, produsen, dan konsumen dalam satu ruang kolaboratif.
Kebutuhan akan ruang bersama inilah yang akhirnya melahirkan NOES, retail concept store pertama di Indonesia yang sepenuhnya didedikasikan bagi parfum lokal premium.
Diresmikan pada 10 Oktober 2025 di Karawaci, NOES hadir sebagai tonggak baru industri parfum nasional yang tengah tumbuh pesat dan mulai menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat global.
Gelaran tersebut menghadirkan konsep ritel kolaboratif yang menyatukan berbagai produsen parfum lokal dalam satu ruang terpadu. Selain tempat penjualan, di sana juga menjadi pusat interaksi antara kreator parfum, pelaku industri, dan masyarakat yang ingin mengenal lebih dalam dunia wewangian lokal.
CEO NOES, Ragyan S. Antryz, menyampaikan harapannya agar inisiatif ini menjadi momentum kebangkitan parfum buatan Indonesia.
“Kami berharap bahwa dengan hadirnya kami, maka industri parfum lokal di Indonesia semakin bergairah, karena sekarang ada tempat di mana parfum-parfum lokal bersatu untuk memberikan keragaman karya anak bangsa,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Pilihan Parfum Mykonos Aroma Musk Maskulin Harga di Bawah Rp 100 Ribu
Ragyan menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan lebih dari 20 brand parfum premium lokal, dan jumlah itu akan terus bertambah.
“Kami memberikan kesempatan juga kepada para produsen parfum untuk turut serta mempromosikan brand-brand lokal yang bekerja sama dengan mereka untuk ikut berkolaborasi. Dengan kehadiran mereka, kanal distribusi dari parfum-parfum lokal tersebut akan semakin luas,” katanya.
Peluncuran NOES turut dihadiri berbagai merek parfum unggulan seperti Independence, Daoud, Aamo, Nostalgy, hingga House of VB, serta sejumlah produsen bahan baku nasional seperti Mulia Aroma Indonesia dan Eloi Coco. Kehadiran mereka memperkuat rantai pasok parfum lokal dari produksi hingga distribusi.
Dengan fasilitas seperti Perfume Library dan rencana ekspansi ke lebih dari 100 titik di Indonesia, ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tapi juga simbol semangat baru bagi industri parfum Indonesia, berakar pada kekayaan alam Nusantara, namun melangkah pasti menuju pasar global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Rumah Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal: Tren Hunian Pintar Jawab Gaya Hidup Modern
-
Terpopuler: Viral Foto Lawas Sarifah Suraidah, 35 Kata-Kata Lucu Bulan Puasa
-
Tasya Farasya Minta Maaf, Disebut Memutus Rezeki Orang Usai Host 'Halo Kakak' Mundur
-
Siapa Bunga Sartika? Host Konten 'Halo Kakak' Mundur Usai Disindir Tasya Farasya
-
Gamis Kebanggaan Mertua Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Gimana Modelnya?
-
Baju Lebaran Cheongsam versi Muslimah Ramai di Pasaran, Perpaduan Ramadan dan Imlek
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Jakarta dan Yogyakarta Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta