- Sekuel film dokumenter Dirty Vote akan segera dirilis.
- Film dokumenter ini kembali disutradarai oleh Dandhy Laksono.
- Trailer sekuel film dokumenter ini telah tayang dan sukses menyita perhatian publik
Cuplikan dalam trailer menampilkan beragam isu yang akan dibongkar dalam film ini, salah satunya adalah aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi beberapa waktu lalu di Indonesia.
Terdapat pula potongan peristiwa terkait demo di sekitar gedung DPR, lengkap dengan gambaran tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap massa.
Selain itu, trailer juga menampilkan beberapa cuplikan pidato Prabowo Subianto saat menanggapi situasi keruh demonstrasi di Indonesia yang disebut menunjukkan gejala makar.
Tak berhenti di situ, film ini juga menyinggung pertemuan Prabowo dengan Donald Trump, serta membongkar skema pendanaan dan pengendalian Koperasi Desa Merah Putih.
Sementara itu, film Dirty Vote pertama berdurasi 1 jam 57 menit yang menggambarkan desain kecurangan Pemilu 2024 dari sudut pandang para pakar hukum tata negara.
Hal yang dibahas termasuk di dalamnya pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang kerap berubah-ubah soal anak-anaknya yang masuk ke dunia politik.
Film tersebut juga memperlihatkan bagaimana para politisi mempermainkan rakyat demi kepentingan pribadi, serta berbagai aksi kecurangan yang nyata tapi tak pernah ditindak secara hukum.
Lalu juga penyalahgunaan kekuasaan yang tampak terang-terangan demi memenangkan pemilu justru merusak tatanan demokrasi.
Termasuk di antaranya sorotan tajam terhadap kekuatan besar di balik pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, yang disebut-sebut sebagai pihak dengan dugaan kecurangan masif.
Baca Juga: PDIP Lirik Bivitri Susanti untuk Pilkada Jakarta, Hasto: Dirty Vote yang Nonton Hampir 8 Juta
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan