- Bake n Grind, menuai sorotan tajam setelah terbukti memalsukan klaim produknya sebagai gluten-free, dairy-free, sugar-free, hingga vegan.
- Salah satu korban melaporkan bahwa anaknya mengalami alergi parah usai mengonsumsi produk tersebut.
- Pemilik, Felicia Novenna, dilaporkan ke polisi setelah gagal memenuhi janji klarifikasi publik.
Suara.com - Bake n Grind viral setelah jasus kecurangan masif mereka terungkap. Toko yang dimiliki oleh Felicia Novenna ini mengklaim produknya sebagai makanan sehat dengan label gluten free, dairy free, sugar free, hingga vegan.
Namun, klaim-klaim kesehatan tersebut terbukti palsu, bahkan dilaporkan merugikan kesehatan konsumen yang memiliki kondisi alergi.
Investigasi menunjukkan bahwa Bake n Grind tidak hanya memalsukan keterangan produk, tetapi juga diduga membeli produk dari pihak lain dan mengemasnya ulang (repackage) sebelum dijual seolah-olah merupakan produk mereka sendiri.
Praktik ini diperburuk dengan pemberian keterangan yang tidak sesuai, yang berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.
Korban Alergi Melaporkan dan Buktikan Klaim Palsu
Kasus ini mencuat ke publik setelah salah satu korban, Felicia Elizabeth (akun Instagram @feliz88eliz), mengunggah kisahnya yang kemudian menjadi viral.
Ia menceritakan kondisi putranya, Kai, yang baru berusia 17 bulan dan memiliki alergi parah terhadap gluten dan produk susu. Setelah mengonsumsi produk yang diklaim "bebas gluten" dari Bake n Grind, kondisi alergi anaknya memburuk dan mengalami reaksi alergi berat.
Felicia Elizabeth lantas melakukan uji laboratorium terhadap kue yang dibeli, dan hasilnya membuktikan bahwa kue yang diklaim gluten free oleh Bake n Grind itu positif mengandung gluten.
Merasa dirugikan, korban memutuskan untuk mengambil jalur hukum dengan melaporkan pemilik bakery tersebut ke polisi atas kasus klaim sehat palsu.
Baca Juga: Kasus Toko Roti Online Diduga Menipu Soal Label 'Gluten Free', Ini Penjelasan Ahli Gizi
Menanggapi kontroversi yang memuncak, Felicia Novenna bersama kekasihnya sempat mendatangi rumah Felicia Elizabeth pada Kamis malam, 9 Oktober 2025, untuk menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kesalahan.
Dalam pertemuan tersebut, Novenna bahkan menandatangani pernyataan resmi bermaterai yang berisi janji untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya (@felicianovenna) dan mengklarifikasi isu tersebut paling lambat pada 16 Oktober 2025, serta mengembalikan deposit pelanggan.
Namun, Felicia Novenna tidak memenuhi janji klarifikasi publik tersebut. Hal ini membuat Felicia Elizabeth geram dan menolak mediasi lebih lanjut yang ditawarkan oleh pengacara pelaku.
Korban menyatakan tidak bersedia berunding karena kesepakatan awal telah dilanggar.
Laporan polisi yang diajukan ke Polda Metro Jaya ini mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran hukum yang sangat serius dan berlapis.
Pelaku tidak hanya disangkakan melakukan penipuan konvensional, tetapi juga melanggar serangkaian Undang-Undang (UU) khusus yang saling menguatkan, bahkan berujung pada tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kombinasi pasal-pasal ini membuat potensi hukuman yang dihadapi terduga pelaku menjadi sangat berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan