-
Hari Santri 22 Oktober diperingati untuk mengenang peran santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
-
Resolusi Jihad 1945 oleh KH Hasyim Asy’ari menjadi dasar historis penetapan Hari Santri Nasional.
-
Ulama NU dan Muhammadiyah berkontribusi besar dalam perjuangan, pendidikan, dan pembentukan nilai keislaman bangsa.
Suara.com - Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober akan memiliki tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia".
Berikut terdapat belasan ulama NU dan Muhammadiyah yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional RI.
Sebagai informasi, kalangan santri dan ulama berperan besar dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Tanah Air.
Dari 207 pahlawan nasional yang ditetapkan hingga 2023, puluhan di antaranya datang dari kalangan ulama serta santri.
Beberapa dari mereka turut berperan dalam mengembangkan dua ormas Islam terbesar yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
Perlu diketahui, Latar belakang utama penetapan Hari Santri adalah pengakuan negara terhadap sejarah perjuangan para santri dan ulama pesantren yang memiliki andil besar dalam membela kemerdekaan Indonesia.
Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional didasarkan pada peristiwa historis dikeluarkannya Resolusi Jihad di Surabaya pada tanggal yang sama tahun 1945 oleh pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy'ari.
Resolusi Jihad ini merupakan sebuah seruan dan fatwa ulama yang memerintahkan seluruh umat Islam Indonesia untuk berperang (berjihad) melawan tentara Sekutu yang kembali datang pasca Proklamasi Kemerdekaan.
Inti dari fatwa menekankan bahwa membela dan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia adalah kewajiban agama (fardhu 'ain) bagi setiap Muslim.
Baca Juga: 10 Prompt Gemini AI Siap Pakai untuk Bikin Twibbon Hari Santri 2025, Sat Set Langsung Jadi!
Gagasan untuk menjadikan Hari Santri muncul dari inisiatif kalangan pesantren, yang kemudian direspons oleh pemerintah.
Melalui proses yang terstruktur, Presiden RI ke-7 Joko Widodo secara resmi menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dengan menandatangani Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 pada tanggal 15 Oktober 2015.
Berikut 15 ulama NU dan Muhammadiyah yang menjadi pahlawan nasional RI:
1. KH Hasyim Asy'ari
KH Hasyim Asy'ari adalah seorang ulama besar kelahiran Jombang, Jawa Timur (14 Februari 1871 – 25 Juli 1947), yang dikenal sebagai Pendiri dan Rais Akbar (Pemimpin Tertinggi Pertama) Nahdlatul Ulama (NU).
Beliau juga adalah pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL