Suara.com - Belakangan ini, publik di media sosial ramai membicarakan soal sumber air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA. Isu yang beredar menyebutkan bahwa AQUA menggunakan air dari sumur bor biasa, bukan dari pegunungan.
Isu tersebut menimbulkan berbagai spekulasi terkait pajak, izin pengambilan air (SIPA), hingga dampak lingkungan. Sampai ramai pula pertanyaan ada berapa sumber air Aqua di Indonesia?
Dikutip dari sehataqua.co.id, perusahaan Aqua menjelaskan sebagai pelopor AMDK di Indonesia sejak 1973, AQUA telah berkomitmen selama lebih dari 50 tahun untuk menghadirkan air minum berkualitas tinggi dari sumber yang murni, alami, dan berkelanjutan.
Untuk meluruskan kesalahpahaman, berikut penjelasan lengkap mengenai sumber air AQUA dan bagaimana proses pemilihannya dilakukan secara ilmiah dan bertanggung jawab.
AQUA memiliki 19 sumber air pegunungan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Setiap sumber air ini tidak sembarangan dipilih.
Prosesnya melibatkan 9 kriteria ilmiah dan 5 tahapan penelitian yang berlangsung minimal selama 1 tahun, dengan melibatkan tim ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi.
Air AQUA diambil dari akuifer dalam, yaitu lapisan air tanah di kedalaman 60–140 meter. Lapisan ini terlindungi secara alami oleh batuan kedap air (impermeable layer), sehingga bebas dari kontaminasi aktivitas manusia.
Berdasarkan kajian ilmiah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad), sumber air AQUA tidak bersinggungan dengan air yang digunakan masyarakat sekitar dan tidak mengganggu ketersediaan air di permukaan.
Isu bahwa AQUA memakai “sumur bor biasa” tidak benar. Sumur bor pada umumnya mengambil air dari lapisan dangkal dengan kedalaman kurang dari 20 meter. Air semacam ini rentan tercemar oleh limbah domestik, pestisida, atau aktivitas manusia.
Baca Juga: Momen Dedi Mulyadi Ngamuk di Pabrik Aqua: Warga Beli Air, Pabrik Buang Air! Ancam Cabut Izin
Sebaliknya, AQUA mengambil air dari lapisan dalam pegunungan vulkanik, yang terbentuk dari proses penyaringan alami selama ratusan tahun.
Saat air hujan meresap ke dalam tanah, ia melewati berbagai lapisan batuan vulkanik dan menyerap mineral alami seperti kalsium, magnesium, dan silika. Proses inilah yang membuat air AQUA terasa segar, alami, dan kaya mineral.
AQUA menjaga kemurnian air melalui proses produksi otomatis tanpa sentuhan tangan manusia. Setiap tetes air yang dikemas melewati pipa stainless food-grade dan diuji berdasarkan lebih dari 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi.
AQUA juga memenuhi standar keamanan pangan dari BPOM, SNI, serta memiliki sertifikasi halal. Dengan proses ini, kualitas air tetap stabil sepanjang tahun, tanpa perlu pengolahan kimia tambahan.
AQUA juga memiliki dan memperbarui SIPA (Surat Izin Pengusahaan Air Tanah) untuk setiap titik sumber air. Volume air yang diambil dilaporkan secara transparan dan diaudit oleh instansi pemerintah seperti Badan Geologi dan Kementerian ESDM.
Selain itu, AQUA juga membayar pajak air dan retribusi sesuai regulasi. Tidak ada manipulasi volume air, karena setiap data pelaporan diawasi langsung oleh pemerintah daerah dan pusat. AQUA bahkan membentuk SIPA Taskforce untuk memastikan seluruh proses izin berjalan transparan dan akuntabel.
Berita Terkait
-
Jangan Kaget Pabrik Aqua Pakai Sumur Bor, Ternyata Ini 4 Kategori AMDK Menurut FDA
-
Aqua Trending di X, Heboh Temuan Dedi Mulyadi Soal Sumber Air Mineral dari Sumur Bor
-
Dedi Mulyadi 'Semprot' Pabrik Aqua: Singgung Kecelakaan Maut dan Dugaan Manipulasi Pajak Air
-
Lupakan Isu Air Sumur, Aqua yang Satu Ini Justru Bisa Jadi Sumber Listrik Rumahmu
-
Rocky Gerung Sebut Duet Prabowo-Gibran Tidak Akan Lanjut di Pilpres 2029, Nama Ini yang Berpeluang?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli