Suara.com - Berawal dari seorang tentara Jerman bernama Klaus Martens di tahun 1945, sepatu Docmart kemudian hadir ke dunia. Latar belakangnya cukup unik, ia ingin sepatu yang lebih nyaman setelah cedera saat bermain ski.
Kini, brand ini dikenal sebagai salah satu sepatu yang berkualitas premium dan harganya tinggi. Maka menarik disimak 5 sepatu alternatif Docmart yang stylish dan empuk, untuk digunakan setiap hari.
Sebenarnya jika Anda memiliki budget yang cukup, membeli produk Dr Martens asli menjadi rekomendasi utama. Hal ini bukan tanpa alasan, karena kualitasnya benar-benar premium dan memiliki daya tahan luar biasa.
Namun demikian seiring tingginya permintaan pada sepatu jenis ini, tidak sedikit produsen lokal yang turut membuat model serupa.
Tanpa menggunakan embel-embel Docmart sebagai pesan penjualannya, brand dalam negeri dengan bangga menyediakan opsi menarik untuk berbagai kebutuhan Anda pada sepatu-sepatu kulit atau sepatu boot yang diinginkan.
Berikut rekomendasi 5 sepatu alternatif Docmart yang harganya terjangkau dan stylish.
1. Portee Goods
Brand Portee Goods menawarkan model Derby Boots Leather yang memiliki kemiripan dengan produk dari Dr. Martens. Brand lokal asal Bandung ini sempat menuai kontroversi sebab dianggap menjiplak brand besar tersebut, namun belakangan mulai diterima masyarakat berkat berbagai sepatunya yang keren dan nyaman.
Derby Boots Leather ini jadi salah satu produk yang diandalkan, menggunakan Genuine Pull Up Leather dengan Lycro di bagian lining-nya. Pada bagian insole, sepatu ini menggunakan memory foam guna meningkatkan kenyamanan.
Baca Juga: 3 Sepatu Padel New Balance Terbaik yang Nyaman dan Murah, Bikin Gerakan Makin Lincah
Untuk harganya sendiri bisa diperoleh mulai dari angka Rp710,000-an per pasang untuk model yang satu ini. Tersedia juga berbagai alternatif model yang lain.
2. Mancow
Mancow juga mengeluarkan produk Mancow Low Boots, yang memiliki bentuk mirip dengan Docmart. Sepatu ini menggunakan material kulit sapi dengan Full Grain Leather, dan outsole premium TPR yang berkualitas.
Dilihat dari segi desain, sepatu ini cukup sederhana dengan menonjolkan sisi simplicity di bagian upper, dan sedikit embos Mancow di bagian belakang. Outsole yang digunakan bening dengan logo tersemat.
Untuk produk Mancow Low Boots sendiri dijual mulai dari harga Rp350,000-an per pasang. Opsi sangat terjangkau untuk model yang mirip dengan Docmart.
3. Floody Blue
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS