-
- Indonesian Olympiad Battle (IOB) menghapus batasan seleksi sekolah dan biaya, membuka akses kompetisi matematika untuk semua siswa TK–SMA.
- Kompetisi berskala global ini menawarkan total hadiah Rp1 miliar, dengan sistem online yang memungkinkan partisipasi dari mana saja.
- Sejak dibuka Agustus 2025, lebih dari 5.000 siswa telah mendaftar, menandai tingginya minat terhadap kompetisi akademik yang lebih inklusif.
Suara.com - Selama ini, olimpiade akademik sering kali hanya bisa diikuti oleh segelintir siswa “pilihan” yang lolos seleksi sekolah atau memiliki kemampuan finansial untuk mengikuti pelatihan dan biaya pendaftaran.
Sistem seperti ini menciptakan kesenjangan, banyak pelajar cerdas di berbagai daerah tidak pernah mendapat kesempatan untuk membuktikan diri.
Melihat ketimpangan itu, ajang Indonesian Olympiad Battle (IOB) hadir dengan misi sederhana: membuat kompetisi bergengsi menjadi inklusif.
Kompetisi matematika online berskala global ini mengusung semangat “Smart is the New Cool.”
Ajang tersebut menantang siswa dari tingkat TK hingga SMA untuk membuktikan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah tanpa harus bergantung pada rekomendasi sekolah.
Berbeda dengan olimpiade konvensional, kompetisi ini memungkinkan setiap siswa mendaftar dan mengikuti perlombaan secara mandiri dan daring.
Sistemnya menghapus hambatan geografis, birokrasi, dan biaya tinggi. Sejak dibuka pada akhir Agustus 2025, sudah lebih dari 5.000 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri mendaftar.
“Kami percaya setiap anak berhak atas kesempatan yang sama untuk bersinar, baik di desa maupun di kota,” ujar Ijar Sunardi, CEO & Founder Indonesian Olympiad Battle.
“Program ini dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya agar siapa pun bisa ikut berkompetisi secara adil,” tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Tak Gentar Disanksi IOC karena Tolak Atlet Israel, Pegang Prinsip UUD 1945
Ajang ini menawarkan total hadiah Rp1 miliar, terdiri dari Rp800 juta untuk siswa berprestasi dan Rp200 juta untuk Mitra Sekolah terbaik.
Selain itu, sekolah mitra akan mendapat dukungan publikasi dan kesempatan meraih gelar Juara Sekolah.
Kompetisi akan berlangsung dalam beberapa tahap: Preliminary (Desember–Februari 2026), Final (April 2026), dan Grand Final (Juni 2026) yang diselenggarakan offline di Jakarta sebagai ajang puncak penghargaan dan pertemuan para finalis terbaik.
“Platform ini bukan hanya lomba,” ujar Angga Rie Marcel, Head of Marketing IOB.
“Ini adalah ruang bagi siswa untuk percaya diri, berprestasi, dan menunjukkan bahwa kecerdasan tidak boleh dibatasi oleh asal sekolah maupun latar belakang ekonomi.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
3 Contoh Teks Sambutan Ketua RT untuk Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Singkat dan Berkesan!
-
UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari
-
OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!
-
CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026
-
Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar
-
Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa