Suara.com - Sekarang ini sepasang sepatu New Balance bisa dibanderol cukup mahal. Dulu mungkin masih bisa dijangkau, tetapi akhir-akhir ini harganya lumayan mahal sehingga membuat orang bertanya-tanya, mengapa?
Kenaikan harga tidak selalu menjadi pilihan brand tertentu. Mereka tidak hanya memikirkan keuntungan, ada alasan yang masuk akal mengapa harga suatu barang bisa naik. Seringkali terdapat beberapa faktor kunci lain yang memengaruhi harga produk. Berikut beberapa alasan kenapa sepatu New Balance bisa mahal:
1. Citra merek
Alasan pertama dan utama untuk harga tinggi adalah citra merek atau brand. New Balance telah hadir selama 118 tahun dan dikenal sebagai produsen sepatu ternyaman di pasaran. Tidak diragukan lagi, banyak orang menyukai sepatu New Balance.
Banyak komentar positif di berbagai media sosiaal dan platform lainnya tentang kenyamanan sepatu New Balance, terutama untuk berjalan, jogging, hingga berlari. Tidak hanya orang biasa yang menyukainya, banyak dokter penyakit kaki juga merekomendasikan merek sepatu ini.
Sepatu New Balance bisa membantu menjaga kaki tetap netral, sehingga sangat baik untuk kesehatan kaki secara keseluruhan. Karena reputasinya yang kuat inilah, New Balance menaikkan harga sedikit untuk membedakan sepatu mereka dari merek biasa.
2. Penggunaan material berkualitas tinggi.
New Balance tidak mengambil jalan pintas, mereka memilih material terbaik yang tersedia. Situs web resmi menunjukkan bahwa mereka fokus pada beberapa material utama, yakni kapas organis, kulit premium, serta poliester daur ulang.
Untuk bagian upper, mereka menggunakan poliester daur ulang dan kulit dari penyamakan kulit berperingkat emas LWG. Mereka bahkan menggunakan Tencel, alternatif katun ramah lingkungan yang lebih berkelanjutan karena membutuhkan energi dan air yang jauh lebih sedikit.
Baca Juga: 5 Sepatu Jalan Kaki Paling Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp300 Ribuan
Untuk solnya, New Balance menggunakan busa EVA dan karet. Busa EVA populer karena bantalannya yang luar biasa, sementara sol luar karet memberikan daya tahan yang tak tertandingi. Kombinasi kedua material ini memberikan kenyamanan dan daya tahan yang lama.
3. Merek berbasis AS
Saat ini, sekitar 1 dari 4 pasang sepatu New Balance dibuat di AS dengan biaya produksi yang jauh lebih tinggi daripada di negara lain. Kesenjangan upah yang besar meningkatkan biaya keseluruhan pembuatan sepatu untuk merek-merek yang berbasis di AS.
4. Penelitian dan teknologi inovatif
Untuk benar-benar memberikan kemudahan bagi kaki, tungkai, dan tulang belakang, New Balance menghabiskan banyak uang untuk penelitian tingkat lanjut. Inti penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi inovatif yang meningkatkan performa atau menambah dukungan ekstra.
5. Bekerja dalam kondisi yang berkelanjutan
Berita Terkait
-
5 Sepatu Jalan Kaki Paling Nyaman Dipakai Seharian, Mulai Rp300 Ribuan
-
5 Sepatu Uniseks dan Palugada: Serba Bisa buat Ngantor, Nge-gym, dan Jalan!
-
7 Sepatu Lari Adidas Adizero Terbaik 2025, Running Shoes Favorit Pelari Kalcer
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Sekelas Adidas yang Murah untuk Anak Sekolah
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik untuk Jalan Kaki Santai, Harga di Bawah 500 Ribu
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? 4 Rekomendasi Tabir Surya Mengandung Niacinamide
-
Elegi Gula Semut, Asa Baru Ekonomi Hijau di Jantung Sabu Raijua
-
4 Sunscreen Tanpa Kandungan Alkohol dan Parfum, Minim Risiko Kulit Iritasi
-
5 Moisturizer Alternatif Cerave untuk Atasi Skin Barrier Rusak, Kulit OTW Mulus Kembali
-
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
-
4 Skincare Lacoco untuk Hempaskan Noda Hitam, Brand Lokal Rasa Premium
-
Setelah Serum Boleh Pakai Moisturizer? Ini 5 Pelembap Terbaik yang Mudah Menyerap
-
BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
-
Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
-
5 Shio yang Energinya Diprediksi Akan Bertabrakan di Tahun Kuda Api