Suara.com - Anda mungkin sudah pernah mendengar nama Marsinah tapi belum tahu detail tentang siapa ia, bagaimana perjuangannya, dan mengapa namanya penting dalam sejarah perburuhan di Indonesia.
Artikel ini akan mengajak Anda mengenal Marsinah secara mendalam, mulai dari masa kecil, perjuangan sebagai buruh, hingga anugerah gelar Pahlawan Nasional yang baru saja diterimanya pada tahun 2025.
Dengan memahami kisahnya, kita bisa mengambil inspirasi bagaimana suara pekerja dan keadilan sosial menjadi bagian penting pembangunan bangsa.
Mengenal Sosok Marsinah
Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ibunya meninggal saat Marsinah berusia sekitar 3 tahun, sehingga ia dibesarkan oleh nenek dan bibinya.
Semasa sekolah, Marsinah dikenal pintar dan rajin. Namun keterbatasan ekonomi membuat ia tidak dapat melanjutkan pendidikan tinggi sebagaimana cita-citanya.
Marsinah Mulai Masuk ke Dunia Kerja dan Aktivisme Buruh
Pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, Marsinah merantau ke Surabaya dan bekerja di berbagai pabrik. Ia kemudian bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS), pabrik arloji di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Di sana, Marsinah tak hanya menjadi pekerja biasa, ia mulai aktif menyuarakan kondisi kerja yang dirasa tidak adil. Sebagai seorang buruh perempuan muda, ia menjadi juru bicara bagi rekan-rekan kerjanya ketika kondisi upah dan hak pekerja sering diabaikan.
Melakukan Aksi Mogok Kerja & Tuntutan Buruh
Baca Juga: Marsinah Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025
Pada tanggal 3–4 Mei 1993, buruh di PT CPS melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah pokok dan tunjangan lainnya. Marsinah ikut serta dan terlibat dalam perumusan tuntutan.
Salah satu tuntutan yang dilayangkan adalah kenaikan upah pokok dari Rp1.700 per hari menjadi Rp2.250 per hari, serta tunjangan kehadiran sebesar Rp550 per hari, tuntutan yang menggambarkan betapa rendahnya kondisi upah pekerja waktu itu.
Setelah aksi tersebut, Marsinah dilaporkan hilang pada tanggal 5 Mei 1993 malam. Empat hari setelah kejadian, tanggal 9 Mei, jasad Marsinah baru ditemukan di sebuah gubuk di daerah Wilangan, Nganjuk, sekitar 200 km dari tempatnya bekerja. Kondisinya mengenaskan dengan tanda-tanda penyiksaan berat.
Hasil forensik menyatakan Marsinah sudah tewas sehari sebelumnya. Hingga kini, pelaku penculikan dan pembunuhan Marsinah tak pernah diadili.
Kasus ini menjadi salah satu simbol pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan terhadap pekerja di era Orde Baru, membuka wacana bagaimana kebebasan berserikat, perlindungan pekerja, dan keadilan sosial harus dijaga.
Marsinah Mendapat Gelar Pahlawan Nasional
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker, Seri 530 Jadi 800 Ribuan
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Kulkas Mini Paling Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Hemat Listrik dan Tempat
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
4 Zodiak Paling Hoki yang Bakal Panen Cuan dan Peluang Emas pada 26 Juni 2026
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 26 Juni 2026, Kebahagiaan Menanti!
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026