Suara.com - Pendakwah asal Kediri, Gus Elham Yahya, kembali ramai diperbincangkan setelah video dirinya mencium seorang anak kecil di tengah kegiatan dakwah tersebar luas di media sosial.
Aksi yang terekam itu memicu beragam tanggapan dari publik, ada yang menilainya sebagai ekspresi kasih sayang spontan, namun tak sedikit pula yang menganggap perilaku tersebut tidak pantas dilakukan di ruang publik, apalagi oleh seorang tokoh agama.
Meski Gus Elham telah memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa ia tak memiliki niat buruk, banyak warganet yang menilai perilaku Gus Elham Yahya tersebut mengarah pada child grooming. Apa itu child grooming?
Mengenal Apa Itu Child Grooming
Child grooming mengacu pada proses manipulasi psikologis yang dilakukan oleh para pelakunya, dengan tujuan untuk membangun kepercayaan anak-anak yang menjadi korban untuk kemudian melakukan kekerasan seksual.
Ancaman ini terjadi dalam tempo waktu yang cukup lama, dan sering kali tidak disadari oleh orang tua atau orang dewasa yang seharusnya menjadi pelindung dari anak-anak. Lebih parah, ancaman child grooming justru lebih sering terjadi dari orang-orang terdekat, atau oknum pelaku yang secara langsung mendekati korbannya melalui media sosial, game online, dan forum tempat anak-anak beraktivitas.
Child grooming juga bisa datang dari teman sepermainan anak-anak ketika bermain game online. Pada game online, kategorisasi usia sangat sulit dilihat. Pelaku bisa saja menyamar sebagai teman sepermainan yang bermain bersama, namun ternyata adalah orang dewasa yang tengah mencari korban.
4 Ciri yang Paling Tampak
Sebagai orang tua, penting untuk Anda semua dapat mengenali ciri-ciri utama yang paling tampak dari proses child grooming ini. Setelah mengetahui definisi dan darimana mereka berasal, beberapa ciri paling tampak yang sering muncul adalah sebagai berikut:
- Komunikasi yang lebih sering dan bersifat rahasia dengan seseorang, utamanya lewat media sosial
- Anak-anak tiba-tiba menerima hadiah tanpa penjelasan yang detail terkait dengan hal apa dari orang yang tidak Anda kenal
- Anak-anak menjadi cenderung tertutup, reaktif secara emosional, atau terlihat cemas secara tiba-tiba
- Cenderung merahasiakan isi pesan atau percakapan daring yang terjadi antara dirinya dan teman bermainnya
Ketika anak-anak sudah menunjukkan ciri-ciri di atas, Anda sebaiknya lekas melakukan pendekatan yang sehat dengan anak-anak. Coba minta mereka membuka percakapan yang mereka sembunyikan.
Hal ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pasangan, sehingga dapat diketahui dengan pasti siapa dan apa isi percakapan daring yang dilakukan anak-anak selama bermain game atau media sosial.
Baca Juga: Kim Soo Hyun Diduga Lakukan Child Grooming pada Kim Sae Ron, Apa Artinya?
Pada konteks interaksi langsung, child grooming juga bisa tampak dari interaksi yang terlalu intens atau intim, banyak bersentuhan secara fisik yang melebihi batas wajar, atau anak terus menerus ingin bersama orang dewasa lain yang tampak membuatnya nyaman. Tentu, nyaman dengan orang lain bukan hal yang salah, namun tetap terdapat batasan yang jelas untuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Untuk ‘membentengi’ anak-anak dari upaya child grooming, Anda dapat melakukan beberapa hal sederhana. Hal ini bersifat pencegahan, sehingga meminimalisir risiko child grooming yang terjadi pada anak-anak selama mereka beraktivitas, baik di dunia nyata atau di media sosial dan game.
- Selalu upayakan membangun komunikasi yang hangat, terbuka, dan sehat dengan anak
- Selalu lakukan pengawasan pada aktivitas anak, baik di tempat bermain, sekolah, rumah, atau ketika ia menggunakan gadget
- Ajarkan anak untuk berani berkata tidak pada perilaku yang membuatnya tidak nyaman. Penting untuk mengenalkan batas ini secara jelas sejak dini
- Jangan mudah percaya pada kebaikan orang asing yang tiba-tiba tampak dekat atau mendekati anak-anak. Sebagai orang tua, sudah menjadi tugas Anda untuk selalu melindungi anak dari berbagai risiko yang ada
Itu tadi sekilas penjelasan tentang apa itu child grooming yang bisa diberikan semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Daily Trainer: Nyaman, Responsif, Harga Ramah
-
Hong Kong Masuk 2 Besar Destinasi Ramah Muslim Terbaik untuk Negara Non-OIC
-
Apa Perbedaan AC dan Air Cooler? Kenali Sebelum Membeli Pendingin Ruangan
-
Genset Diesel vs Bensin: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah Tangga saat Mati Listrik?
-
Akses Menjadi Hambatan Terbesar Literasi di Indonesia
-
6 Zodiak Ini Bakal Dapat Kejutan Besar di Bulan Juli 2026
-
Daripada Rugi karena Mati Lampu Bergilir, Ini 5 Genset Murah Cocok untuk Penghobi Ikan Koi
-
Beda Cushion Luxcrime Hijau dan Ungu: Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna
-
Parfum Aroma Spicy Seperti Apa? Ini Pilihan Scent Terbaik saat Cuaca Dingin
-
Gaji Rp8 Juta Masuk Berpenghasilan Rendah, Ini 5 Hak Istimewa Beli Rumah Subsidi yang Bisa Didapat