Lifestyle / Komunitas
Selasa, 11 November 2025 | 16:10 WIB
Teknologi AWG, Udara Bisa Diolah Jadi Air Layak Minum. (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Teknologi AWG diperkenalkan kepada para peserta sebagai contoh inovasi yang mampu menghasilkan air minum langsung dari udara.
  • Demonstrasi ini menjadi ajang pembelajaran tentang pentingnya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
  • Kegiatan tersebut mendorong generasi muda untuk memahami solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan krisis air di masa depan.

Suara.com - Memahami pentingnya inovasi hijau dalam menghadapi tantangan masa depan menjadi titik awal lahirnya berbagai teknologi baru, termasuk upaya menjawab ancaman krisis air bersih.

Di Air Scout Camp Saka Dirgantara, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, gagasan tersebut terasa nyata saat udara lembap siang hari diolah menjadi air minum melalui mesin Atmospheric Water Generator (AWG).

Teknologi ini memanfaatkan uap air di udara, kemudian memprosesnya lewat penyaringan dan sterilisasi hingga menghasilkan air jernih yang aman dikonsumsi.

PT Jambar Nabolon Marsada (JNM) bersama komunitas Campervan Indonesia memperkenalkan langsung cara kerja AWG kepada ratusan Pramuka Saka Dirgantara pada pertengahan Oktober 2025.

Bukan sekadar demonstrasi, pengalaman ini menjadi bentuk edukasi lingkungan yang menggabungkan teknologi, alam, dan rasa ingin tahu anak muda. Para peserta terlihat terpukau melihat tetesan air muncul dari udara kosong, bahkan mencicipinya dan merasakan kesegarannya.

“Dari titik embun bisa jadi air minum, ini solusi masa depan!” ujar Sultan, 17 tahun, dengan antusias.

Kehadiran AWG membawa pesan kuat bahwa udara pun dapat menjadi sumber air tanpa merusak tanah—sebuah konsep yang menjadi semakin relevan di tengah perubahan iklim dan kian langkanya sumber air bersih.

“Udara pun bisa jadi sumber air tanpa merusak tanah,” kata Leo Febian, Business Development PT JNM, menegaskan potensi besar teknologi ini bagi masa depan keberlanjutan.

Diskusi di antara para pramuka berlangsung hidup. Mereka membayangkan bagaimana teknologi serupa dapat membantu daerah-daerah yang sulit air, sekaligus belajar bahwa aksi menjaga bumi bisa dimulai dari memahami dan memanfaatkan inovasi. Nilai kemandirian dan kepedulian lingkungan tumbuh seiring percobaan sederhana yang mereka lakukan.

Baca Juga: Selaras Pembangunan Nasional, NHM Revitalisasi Akses Air Bersih Warga Desa Kusu Lovra

Air Scout Camp kali ini bukan sekadar kegiatan perkemahan. Ia menjadi ruang belajar lintas generasi yang menunjukkan bahwa sinergi antara dunia kepanduan dan teknologi ramah lingkungan dapat membuka harapan baru.

Dari udara yang kita hirup, hadir peluang untuk memenuhi kebutuhan air di masa depan—sebuah gambaran nyata bahwa inovasi hijau bisa menjadi kunci keberlanjutan bagi bumi.

Load More