- Kelapa tak hanya jadi bahan dapur, tapi juga simbol kekayaan rasa dan budaya Indonesia.
- Lewat partisipasinya di pameran internasional, KARA memperkenalkan olahan kelapa sebagai bagian penting dari diplomasi kuliner Nusantara.
- Melalui demo masak dan kolaborasi dengan para chef, kelapa kembali dibuktikan sebagai rahasia di balik cita rasa Indonesia yang mendunia.
Suara.com - Dari rendang yang gurih hingga kue putu yang manis, hampir setiap sudut dapur Indonesia punya satu bahan rahasia yang membuat masakan terasa “rumah banget” — kelapa. Bukan sekadar pelengkap, kelapa hadir dalam beragam bentuk: santan, minyak, air, bahkan parutan kering.
Kelapa menjadi jembatan rasa yang menyatukan berbagai cita rasa dari Sabang sampai Merauke. Tak heran, banyak yang menyebut kelapa bukan hanya komoditas, tapi bagian dari identitas kuliner dan budaya Indonesia.
Kesadaran itulah yang terus dijaga oleh KARA, produk turunan kelapa asli Indonesia. Dalam ajang pameran industri makanan dan minuman bertaraf internasional tahun ini, KARA kembali menunjukkan bagaimana kelapa bisa menjadi ikon rasa Indonesia yang berkelas dunia.
Selama empat hari penyelenggaraan, KARA tidak hanya menampilkan produk olahan kelapa terbaiknya, tetapi juga menggelar serangkaian demo masak yang melibatkan sejumlah chef dari hotel ternama di Jakarta.
“Dalam kegiatan ini, KARA tidak hanya memamerkan produk olahan kelapa terbaiknya, namun juga menampilkan beberapa kegiatan. Selama empat hari kegiatan, kami juga mengadakan beberapa kali demo masak oleh beberapa chef dari hotel ternama di Jakarta,” ujar Dwianto Arif, Corporate Communication Manager SAMBU Group, produsen KARA.
“Untuk kegiatan live cooking, pada hari pertama kami berkolaborasi dengan The 101 Jakarta Sedayu Darmawangsa. Di hari kedua, kami akan mengundang Chef Karel Alexander. Di hari ke-3, tim dari Sunlake Waterfront Resorts & Convention dan di hari terakhir, kegiatan live cooking akan digawangi oleh Manhattan Hotel Jakarta,” lanjutnya.
Bagi SAMBU Group, kehadiran di pameran ini bukan sekadar ajang promosi, melainkan wujud komitmen untuk memperkenalkan kekayaan rasa Indonesia ke panggung dunia.
“Semangat KARA dalam mendukung kegiatan ini menjadi ajang untuk mengenalkan kebaikan produk olahan kelapa pilihan kami ke pasar yang lebih luas,” tutup Dwianto Arif.
Lewat langkah-langkah seperti ini, kelapa terus dijaga posisinya bukan hanya sebagai bahan dapur, tapi juga sebagai simbol kebanggaan kuliner bangsa. Sebab dari satu butir kelapa, tersimpan cita rasa, tradisi, dan semangat gotong royong yang tak lekang oleh waktu.
Baca Juga: Sekolah Kuliner Elite, Berapa Biaya Kuliah di Le Cordon Bleu Paris seperti Sabrina Alatas?
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun
-
Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
-
Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus
-
HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!
-
Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026
-
Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut
-
Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA