Suara.com - Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP), dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., tengah menjadi perbincangan publik. Hal itu karena Ribka menolak keras wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
Dengan lantang, Ribka mempertanyakan kelayakan gelar tersebut bahkan secara terbuka menyebut Soeharto sebagai sosok yang bertanggung jawab atas membunuh jutaan rakyat Indonesia. Lantas, bagaimana biodata dan pendidikan sosok Ribka Tjiptaning yang dikenal kritis ini? Simak penjelasan berikut ini.
Biodata dan Pendidikan Ribka Tjiptaning
Nama Lengkap: dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak.
Tempat, Tanggal Lahir: Yogyakarta, 1 Juli 1959
Profesi: Dokter dan Politikus
Partai Politik: PDI Perjuangan (PDIP)
Jabatan Penting: Anggota DPR RI (berbagai periode) dan pernah menjabat Ketua Komisi IX DPR RI
Latar Belakang Keluarga: Keturunan bangsawan Jawa dan memiliki latar belakang keluarga yang terkait dengan PKI (Partai Komunis Indonesia)
Ribka Tjiptaning memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang kedokteran dan kesehatan, yang kemudian sangat mendukung perannya di Komisi IX DPR RI (Kesehatan dan Ketenagakerjaan).
Baca Juga: Ribka Tjiptaning Dilaporkan ke Polisi, Data Kedubes AS Ungkap Dugaan Pembantaian Massal
Pendidikan Tinggi S1 (Strata Satu)
- Universitas Kristen Indonesia (UKI)
- Jurusan: Kedokteran
Pendidikan Tinggi S2 (Strata Dua)
- Universitas Indonesia (UI)
- Jurusan: Ahli Asuransi Kesehatan
- Tahun Lulus: 2012
Karier Sebelum Politik
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Ribka Tjiptaning berprofesi sebagai dokter:
- Dokter Praktik: Pernah membuka praktik di Klinik Partuha Ciledug.
- Dokter Perusahaan: Tercatat sempat menjadi dokter di salah satu perusahaan milik Puan Maharani.
Ribka Tjiptaning pertama kali terjun ke dunia politik pada 1996 dengan bergabung di PDI Perjuangan.
Karier politiknya terus menanjak hingga dia menjadi Ketua Komisi IX DPR RI pada periode 2009-2014, sebuah posisi strategis yang mengawasi isu kesehatan, tenaga kerja, dan transmigrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali