Suara.com - Konflik suksesi di Keraton Kasunanan Surakarta sempat memanas setelah wafatnya Pakubuwono XIII (PB XIII) pada November 2025. Dua pihak utama muncul sebagai kandidat Raja Solo selanjutnya, yaitu Gusti Purbaya dan KGPH Mangkubumi.
Selain aspek silsilah dan legitimasi adat, latar belakang pendidikan keduanya menjadi salah satu sorotan publik, karena mencerminkan visi kepemimpinan modern versus tradisional.
Artikel ini membahas perbedaan pendidikan kedua calon sekaligus implikasinya dalam perebutan takhta.
Ringkasan Silsilah dan Tahta
- Gusti Purbaya (nama lahir: Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko) adalah putra bungsu PB XIII dari permaisuri utama (GKR Pakubuwono).
- KGPH Mangkubumi, nama kecilnya Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto, adalah putra tertua PB XIII dari istri keduanya.
Setelah kematian PB XIII, Gusti Purbaya mendeklarasikan dirinya sebagai Pakubuwono XIV dengan titah langsung dari ayahnya. Sementara itu, sebagian pihak keluarga, terutama lewat musyawarah Keraton (Lembaga Dewan Adat), mendukung KGPH Mangkubumi sebagai penerus karena faktor senioritas dan tradisi.
Latar Belakang Pendidikan Gusti Purbaya
Gusti Purbaya menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah 1 Surakarta. Selanjutnya, dia sekolah di Semesta Bilingual Boarding School di Semarang untuk jenjang SMP dan SMA.
Pendidikan Tinggi:
- Sarjana (S1): Purbaya mengambil studi Hukum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.
- Magister (S2): Ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan program Magister Politik dan Pemerintahan (atau Ilmu Sosial + Pemerintahan).
Karena latar pendidikannya, Purbaya dilihat sebagai figur “raja modern”: Berbekal pengetahuan akademis, bisa merespon tantangan era kontemporer, dan punya potensi untuk menggabungkan tradisi keraton dengan dinamika masa kini.
Latar Pendidikan dan Pengalaman KGPH Mangkubumi
Baca Juga: Terpopuler: Beda Silsilah Keluarga 'Dua' Raja Solo hingga 5 Dosa Habib Bahar bin Smith
Berbeda dengan Purbaya, informasi publik tentang detail pendidikan KGPH Mangkubumi lebih terbatas. Sebagai putra tertua, Mangkubumi memiliki pengalaman lama di lingkungan keraton dan struktur internal adat. Ia menjabat sebagai Pengageng Kasentanan dan Pengageng Museum Suaka Budaya Keraton Surakarta, yang menunjukkan keterlibatannya dalam pelestarian budaya dan administrasi keraton.
Sayangnya tidak banyak laporan yang menyebut universitas atau program studi spesifik yang diambil oleh Mangkubumi. Berbeda dengan Purbaya, publikasi lebih menekankan pengalaman dan peran tradisionalnya daripada profil akademik.
Beda Pendidikan Gusti Purbaya vs KGPH Mangkubumi
Gusti Purbaya menonjol karena pendidikan formal yang kuat, mulai dari SD Muhammadiyah, sekolah bilingual, hingga studi hukum (S1) dan politik/pemerintahan (S2). Kombinasi ini memberi citra pemimpin modern dan berwawasan akademis.
KGPH Mangkubumi, meski kurang terekspos secara akademis, membawa bobot pengalaman adat dan senioritas keraton, serta peran penting dalam administrasi dan pelestarian budaya.
Perbedaan pendidikan ini menjadi salah satu pilar dalam perebutan tahta Raja Solo. Bagi sebagian pihak, latar akademis Purbaya adalah keunggulan untuk membawa keraton ke era baru. Namun, di mata faksi lain, pengalaman dan akar tradisional Mangkubumi sangat berharga untuk mempertahankan warisan dan stabilitas keraton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
5 Sunscreen Spray SPF 50 Terbaik yang Bisa Kamu Gunakan
-
Strategi Atur Napas Finansial: Mengapa Pria Usia 30-an Kini Lebih Hobi Pakai Paylater?
-
Desain Indonesia Incar Panggung Global Lewat Pameran Furnitur Terbesar di Milan
-
Bukan Cuma Tabungan, Ini Alasan Asuransi Wajib Masuk Rencana Masa Depan
-
7 Sepatu Lokal Sekelas Nike dan ASICS, Fleksibel Buat Jalan Jauh dan Lari
-
5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
-
Lupakan Sandal Berat! Ini Tren Alas Kaki Cloud-Walking yang Bakal Dominasi Musim Panas 2026
-
Siap-siap Cuan, 5 Shio Bakal Hoki Besar Besok Minggu 12 April 2026
-
Ironi Slogan Berakhlak Mulia Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo