Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:52 WIB
Ilustrasi belajar bahasa inggris (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Belajar bahasa Inggris kini tak cukup sekadar hafal vocabulary dan grammar, tapi juga melatih komunikasi dan berpikir kritis.
  • English 1 meluncurkan kurikulum High Flyers 4.0 untuk melatih anak berpikir kritis dan berkomunikasi secara aktif melalui berbagai skenario praktis dalam kehidupan sehari-hari.
  • Inovasi pembelajaran menggunakan sistem digital terintegrasi untuk memberikan evaluasi personal berdasarkan standar internasional CEFR bagi setiap murid.

Suara.com - Banyak orang masih menganggap belajar bahasa Inggris sebatas menghafal kosa kata dan memastikan grammar terdengar benar. Padahal, di era global saat ini, kemampuan bahasa Inggris lebih dari sekadar hafalan kata atau aturan tata bahasa.

Bahasa Inggris kini menjadi alat untuk menyampaikan ide, membangun argumen, mengekspresikan pendapat, hingga membuka akses ke dunia internasional. Kesadaran inilah yang mulai didorong English 1 melalui peluncuran kurikulum terbaru mereka, High Flyers 4.0, untuk anak usia 7–9 tahun.

Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita, mengatakan tantangan terbesar pembelajaran bahasa Inggris saat ini justru terletak pada pola pikir masyarakat yang masih menganggap bahasa Inggris hanya soal hafalan.

“Banyak yang berpikir bahwa bahasa Inggris itu hanya sekadar menghafalkan vocabulary atau sekadar benar atau tidak secara grammar. Padahal sebenarnya alasan utama kita belajar bahasa Inggris adalah supaya kita bisa menjelaskan ide, ekspresi, argumen, dan lain-lain,” ujar Rhea saat peluncuran High Flyers 4.0 di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta, Jumat (29/5).

President Director English 1 Matthew Kenley dan Marketing Director English 1 Rhea Danaparamita. (Dok. Ist)

Menurut dia, perkembangan dunia yang semakin terkoneksi membuat anak-anak perlu dibiasakan berpikir kritis dan mampu berkomunikasi secara aktif sejak dini. Sebab, exposure internasional kini hadir di hampir semua aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, teknologi, hiburan, hingga dunia kerja di masa depan.

“Semakin ke sini, semakin kita merasakan global exposure. Ini penting banget buat orang tua sadar bahwa belajar bahasa Inggris harus dengan struktur dan cara yang tepat. Vocabulary itu penting, tapi pemahaman, kebiasaan memahami, dan kebiasaan berpikir kritis juga sangat penting,” lanjutnya.

Kesadaran inilah yang menjadi dasar pengembangan High Flyers 4.0. Kurikulum terbaru English 1 itu dirancang bukan hanya untuk membuat anak mampu menjawab soal bahasa Inggris, tetapi juga berani berbicara dan menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata sehari-hari.

Anak-anak dilatih menghadapi berbagai skenario praktis, seperti memesan makanan di restoran, memperkenalkan diri, berbicara dengan dokter, hingga menyampaikan cerita pendek di depan orang lain.

Tak hanya itu, English 1 juga memperbarui pendekatan pembelajaran lewat integrasi teknologi digital. Sistem belajar kini terhubung dengan aplikasi yang memungkinkan guru memberikan evaluasi personal untuk setiap anak secara langsung.

Baca Juga: Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?

“Kalau dulu review anak sifatnya lebih umum, sekarang guru bisa memasukkan catatan spesifik tentang kesulitan masing-masing murid di sistem. Semua sudah terkoneksi dengan digital application English 1,” jelas Rhea.

Ia menambahkan, pembaruan kurikulum ini membutuhkan proses panjang hingga tiga tahun pengembangan dan mengacu pada standar internasional CEFR (Common European Framework of Reference) agar kemampuan anak sesuai dengan kebutuhan komunikasi global saat ini.

Bagi English 1, peluncuran High Flyers 4.0 bukan semata soal target bisnis atau penambahan jumlah murid. Lebih dari itu, mereka ingin membangun kesadaran baru di kalangan orang tua tentang pentingnya metode belajar bahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan generasi sekarang.

“Gen Z dan Gen Alpha belajar dengan cara yang berbeda dibanding 5 sampai 15 tahun lalu. Sangat penting bagi kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan program sesuai dengan kebutuhan pelajar masa kini,” ujar President Director English 1, Matthew Kenley.

Melalui pendekatan baru ini, English 1 ingin menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai akademis, melainkan bekal penting agar anak mampu beradaptasi, percaya diri, dan bersaing di dunia global.

Sebagai bagian dari kampanye “Unlock Your World”, English 1 juga menggelar program apresiasi bagi para orang tua murid melalui English 1 Lucky Draw: Win Trips Around the World. Program yang berlangsung sejak April lalu itu mencapai puncaknya pada acara peluncuran High Flyers 4.0 dengan pengundian hadiah secara resmi di hadapan tamu undangan dan media, disaksikan perwakilan Kementerian Sosial untuk memastikan transparansi. Menurut English 1, program ini menjadi simbol bahwa belajar bahasa Inggris bukan hanya membuka kemampuan komunikasi anak, tetapi juga membuka peluang dan pengalaman baru yang lebih luas bagi keluarga Indonesia.

Load More