- Seaside Market di Mawatu menjadi wajah baru ekonomi kreatif Labuan Bajo dengan melibatkan lebih dari 36 pelaku UMKM lokal.
- Kawasan ini hidup melalui aktivitas komunitas, pertunjukan seni, dan ruang publik yang menarik bagi warga maupun wisatawan.
- Mawatu berkembang sebagai destinasi inklusif yang menghubungkan ide lokal dengan peluang global.
Di sini, ekonomi kreatif tumbuh bukan dari konsep yang dibawa dari luar, melainkan dari masyarakat yang menjadi bagian aktif di dalamnya.
Pariwisata Inklusif sebagai Fondasi
Menurut Heryanto Kurniawan, Direktur Mawatu, prinsip mereka sederhana: semua harus punya ruang.
“Mawatu bukan proyek gaya hidup, tapi gerakan kolaboratif agar masyarakat lokal bisa tumbuh bersama potensi pariwisata global. Pariwisata berkelanjutan hanya mungkin jika masyarakat ikut tumbuh di dalamnya,” jelasnya.
Ke depan, Mawatu berencana membuka lebih banyak kolaborasi dengan komunitas, pelaku kreatif, serta brand nasional dan internasional.
Dengan visi itu, Mawatu bukan hanya menjadi tempat hangout baru, tetapi juga simbol pertemuan antara ide lokal dan peluang global, ruang di mana Labuan Bajo tumbuh dari semangat warganya sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura