Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 18 November 2025 | 17:24 WIB
Seaside Market di Mawatu. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Seaside Market di Mawatu menjadi wajah baru ekonomi kreatif Labuan Bajo dengan melibatkan lebih dari 36 pelaku UMKM lokal.
  • Kawasan ini hidup melalui aktivitas komunitas, pertunjukan seni, dan ruang publik yang menarik bagi warga maupun wisatawan.
  • Mawatu berkembang sebagai destinasi inklusif yang menghubungkan ide lokal dengan peluang global.

Di sini, ekonomi kreatif tumbuh bukan dari konsep yang dibawa dari luar, melainkan dari masyarakat yang menjadi bagian aktif di dalamnya.

Pariwisata Inklusif sebagai Fondasi

Menurut Heryanto Kurniawan, Direktur Mawatu, prinsip mereka sederhana: semua harus punya ruang.

“Mawatu bukan proyek gaya hidup, tapi gerakan kolaboratif agar masyarakat lokal bisa tumbuh bersama potensi pariwisata global. Pariwisata berkelanjutan hanya mungkin jika masyarakat ikut tumbuh di dalamnya,” jelasnya.

Ke depan, Mawatu berencana membuka lebih banyak kolaborasi dengan komunitas, pelaku kreatif, serta brand nasional dan internasional.

Dengan visi itu, Mawatu bukan hanya menjadi tempat hangout baru, tetapi juga simbol pertemuan antara ide lokal dan peluang global, ruang di mana Labuan Bajo tumbuh dari semangat warganya sendiri.

Load More