Lengan besar kini menjadi tren dalam dunia fashion, mengingatkan kita pada gaya ikonik dari masa lalu yang kembali lagi ke panggung.
Lengan besar, yang dikenal sebagai simbol kekuatan dan kekakuan, membawa nuansa baru dalam industri fashion kontemporer.
Dilansir dari edition.cnn, desainer ternama seperti Saint Laurent, Marc Jacobs, dan Valentino telah menampilkan koleksi yang menonjolkan lengan berukuran besar pada peragaan busana terbaru mereka, menarik perhatian para penggemar mode di seluruh dunia.
Sejarah Lengan Besar
Lengan besar bukanlah tren baru; sebenarnya, gaya ini sudah ada sejak abad ke-16, saat lengan megah menjadi simbol status di pengadilan Eropa.
Dengan bentuk yang mencolok, lengan besar menunjukkan akses seseorang terhadap pakaian berkualitas tinggi dan jumlah kain yang berlimpah.
Di masa itu, cara berpakaian mencerminkan kekayaan dan kemampuan seseorang untuk mengikuti trend mode yang selalu berubah.
Pada sejarah fashion, lengan leg-of-mutton atau lengan gigot yang populer di tahun 1830-an dan 1890-an, menunjukkan bagaimana lengan bisa menjadi pusat perhatian.
Desainer seperti Elsa Schiaparelli berhasil memasukkan elemen ini ke dalam gaun malam, menambah daya tarik glamor pada penampilan wanita.
Baca Juga: Tren Korean Fashion 2026: Warna Lembut, Siluet Feminin, dan Detail Manis yang Lagi Happening
Sejak saat itu, lengan besar terus muncul kembali di berbagai era fashion, menjadi simbol feminitas dan sepanjang acara.
Kembalinya Lengan Besar ke Dunia Fashion
Saat ini, lengan besar kembali menjadi sorotan, terutama dengan banyaknya selebriti yang mengenakannya di acara-acara bergengsi.
Contohnya, Zoe Kravitz mengenakan gaun lengan besar dari Saint Laurent di Gala Museum Academy yang digelar pada bulan Oktober lalu.
Penampilannya memicu perbincangan di media sosial dan menunjukkan bahwa lengan besar dapat memberikan kesan yang kuat serta anggun.
Desainer seperti Thom Browne dan Louis Vuitton juga telah menyertakan lengan berukuran besar dalam koleksi terbaru mereka.
Berita Terkait
-
Tren Korean Fashion 2026: Warna Lembut, Siluet Feminin, dan Detail Manis yang Lagi Happening
-
Reopening di Palembang: Intip Desain Baru Andrew Shoes yang 'Urban' dan Koleksi Tas Serbaguna
-
Waves of Heritage: Greisy Bawa Sentuhan Modern Etnik Nusantara ke Panggung JMFW 2026!
-
5 Potret Miss Palestina dengan Gaun Bergambar Al-Aqsa, Bikin Dunia Terpukau
-
Bukan Hanya Tren: Indonesia Pimpin Gerakan 'Slow Fashion' Global di BRICS+ Fashion Summit Moskow
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
-
HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya
-
Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
-
Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan