- Masyarakat urban kini mencari ruang gaya hidup yang mengembalikan energi, bukan hanya tempat belanja biasa.
- Kawasan komersial dicari karena terintegrasi dengan ruang terbuka hijau dan memiliki desain alfresco estetik.
- Pengembang berinovasi menciptakan ekosistem "one-stop living" strategis yang mendukung efisiensi aktivitas pengunjung.
Suara.com - Tekanan hidup di kota penyangga Jakarta membuat masyarakat urban semakin selektif dalam menghabiskan waktu luangnya. Konsep work life balance kini bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak. Masyarakat tidak lagi sekadar mencari tempat berbelanja, tetapi mencari ruang yang mampu mengembalikan energi, mengakomodasi hobi, sekaligus menjadi tempat bersosialisasi yang berkualitas.
Pergeseran preferensi ini memaksa pengembang properti dan perencana kota untuk berinovasi. Pusat gaya hidup (lifestyle hub) kini dirancang tidak lagi dalam bentuk gedung tertutup, melainkan area terbuka yang inklusif.
Bagi Anda yang sedang mencari destinasi untuk menyeimbangkan rutinitas kerja dan rekreasi, berikut adalah tiga kriteria utama yang kini paling dicari oleh masyarakat urban, yang tercermin dari tren pengembangan kawasan komersial di Tangerang Raya:
1. Integrasi dengan Ruang Terbuka Hijau
Kriteria pertama yang paling dicari saat ini adalah akses langsung ke alam. Masyarakat menginginkan tempat nongkrong atau bekerja (work from anywhere) yang memiliki sirkulasi udara baik dan pemandangan asri.
Hal ini terlihat jelas pada pengembangan kawasan Gading Serpong. Konsep penyatuan area komersial dengan alam menjadi daya tarik utama. Salah satu contoh nyata adalah kawasan Maggiore Signature East @ Paramount Gading Serpong.
Kawasan ini tidak berdiri sendiri sebagai deretan ruko, melainkan terintegrasi dengan area terbuka hijau. Mengusung konsep ‘Premium Business, Natural Vibe’, area ini menyatu dengan Maggiore Hills Park, sebuah ruang hijau seluas 2,3 hektare di zona sempadan Situ Cihuni. Fasilitas seperti jogging track dan jalur pejalan kaki menjadi elemen wajib untuk mendukung gaya hidup aktif pengunjungnya.
2. Desain Alfresco dan Arsitektur yang Estetik
Masyarakat modern menyukai tempat yang ‘Instagramable’ sekaligus fungsional. Area duduk luar ruang (alfresco dining) menjadi primadona baru dibandingkan ruangan ber-AC yang tertutup. Desain bangunan yang fleksibel memungkinkan pengunjung menikmati suasana santai sambil tetap produktif.
Baca Juga: Rumah atau Apartemen? Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Pilih Hunian
Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, menjelaskan bahwa respons pasar saat ini sangat antusias terhadap desain yang memungkinkan interaksi cair antara ruang dalam dan luar.
“Tingginya antusiasme pasar membuat seluruh unit Maggiore Signature East sold out, sebuah pencapaian yang menegaskan bagaimana kualitas desain, lokasi, dan integrasi kawasan Maggiore membuat Maggiore Signature East mendapatkan respons pasar yang luar biasa,” ungkap Henry.
Ia menambahkan, fitur arsitektur menjadi kunci kenyamanan. “Penjualan ini juga membuktikan tingginya permintaan terhadap ruang komersial yang menawarkan keseimbangan antara desain arsitektur berkelas, kenyamanan pengunjung, serta potensi bisnis yang kuat. Dengan double facade, koridor terbuka, dan area alfresco yang dirancang untuk mendukung berbagai konsep usaha,” jelasnya.
3. Ekosistem ‘One-Stop Living’ yang Strategis
Faktor terakhir adalah efisiensi. Dalam satu kunjungan, masyarakat ingin bisa melakukan segalanya: olahraga di gym, belanja kebutuhan harian, makan malam keluarga, hingga pertemuan bisnis. Kawasan yang sukses adalah kawasan yang dikelilingi oleh ekosistem yang hidup (vibrant).
Fenomena ini divalidasi oleh Chrissandy Dave, Direktur Sales & Marketing Paramount Land. Menurutnya, sebuah destinasi gaya hidup akan ramai dikunjungi jika memiliki lokasi strategis dan dikelilingi populasi yang matang.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar FOMO, Inilah Alasan Kamu Wajib Punya Tumbler
-
Lotte Land-Vasanta Group Serah Terima Tepat Waktu Hunian Komersial di Tengah Tren Proyek Molor
-
Franchise & Property Talk 2025, Bisnis Air Minum Isi Ulang Ini Mengupas Konsep Investasi Ganda
-
Viral Kasus Tumbler Tuku: Benarkah Ini Gara-Gara Tren Hydration Culture?
-
Promo Merchant BRI: Jangan Lewatkan Diskon 15% Tiket Planet Sports Run 2026, Catat Tanggalnya!
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Gagal DBF, Influencer Stefani Gabriela Sukses Berikan ASI 2 Tahun Cuma Pakai Pompa: Ini Rahasianya
-
Bukan Lagi Jerawatan, Remaja Kini Datang ke Klinik Agar Wajah Lebih Tirus
-
5 Shio Paling Beruntung Hari Ini Minggu 30 November 2025, Banjir Hoki di Akhir Bulan!
-
Bye-Bye Kerutan! Cek Teknologi Hyalupeptide dan Exosome dari Somethinc yang Bikin Kulit Auto Plumpy
-
MAGMA Entertainment Umumkan 3 Film Horor Terbaru di JAFF Market 2025
-
Promo Superindo Hari Ini 30 November 2025: Telur Murah Rp27.900 hingga Deterjen!
-
7 Sepatu Nike dengan Diskon hingga 69% di Foot Locker, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
7 Rekomendasi Sepatu Badminton Terbaik, Performa Oke Bebas Cedera
-
5 Sunscreen dengan Kandungan Panthenol, Perlindungan Maksimal Skin Barrier
-
Berapa Biaya Masuk Taman Nasional Tesso Nilo? Rumah Gajah Sumatera yang Digusur Kebun Sawit