- Acara Franchise & Property Talk 2025 diadakan pada 6 Desember 2025 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta.
- Acara tersebut mengenalkan konsep "Double Deal" BIRU untuk mengubah properti tidak produktif menjadi mesin uang.
- Konsep investasi BIRU menggabungkan pertumbuhan nilai properti dengan arus kas stabil dari bisnis depo air minum.
Suara.com - PT Biru Semesta Abadi bersama INFOBRAND Group akan menyelenggarakan Franchise & Property Talk 2025 bertema “Ubah Properti Jadi Mesin Uang ala Robert T. Kiyosaki” pada Sabtu, 6 Desember 2025, bertempat di Hotel Pullman Central Park, Jakarta.
Acara ini ditujukan bagi pemilik properti, calon investor, entrepreneur dan masyarakat yang ingin mempelajari cara mengubah aset tidak produktif menjadi mesin uang berisiko rendah melalui kombinasi konsep bisnis kas ritel Depo Air Minum BIRU dan investasi aset properti Biru.
Menurut data Kementerian PUPR, pada 2023 terdapat lebih dari 7 juta rumah kosong di kawasan perkotaan Indonesia, kebanyakan hanya menjadi aset diam yang tetap menimbulkan biaya PBB, listrik minimum, hingga perawatan berkala.
Di tengah kondisi banyaknya properti yang tidak menghasilkan arus kas, filosofi Robert T. Kiyosaki menghadirkan pandangan baru bagi pemilik aset untuk menjadikan properti sebagai mesin pendapatan aktif. Dengan penerapan model bisnis yang tepat, setiap properti dapat dimonetisasi secara aman dan konsisten, tanpa bergantung pada sekadar kenaikan nilai jual di masa depan.
Konsep inilah yang mendasari BIRU dalam memperkenalkan pendekatan Double Deal, sebuah strategi investasi teruji yang memberikan peluang bagi pemilik properti untuk membangun aset produktif serta memperoleh arus kas berkelanjutan.
23 Tahun BIRU: Dari Air Minum Higienis Menuju Ekosistem Bisnis Terpadu
Selama lebih dari 23 tahun, BIRU telah menjadi pelopor depo air minum isi ulang nomor satu di Indonesia yang menghadirkan kualitas air minum setara air minum dalam kemasan namun dengan harga yang jauh lebih ekonomis.
BIRU kini telah memiliki lebih dari 820 gerai yang tersebar di 46 kota di 15 provinsi, dengan sistem operasional standar, konsisten, dan mudah dijalankan.
Tidak hanya fokus pada layanan air minum, BIRU juga mengembangkan ekosistem bisnis properti yang melekat pada operasional franchise. Pendekatan ini menawarkan pertumbuhan nilai properti yang berkelanjutan sekaligus arus kas operasional stabil dari usaha Depo Air Minum BIRU, model bisnis yang terbukti tahan krisis ekonomi dan bersifat rendah risiko.
Baca Juga: BRI Manajemen Investasi Catatkan KIK EBA Syariah Perdana di Indonesia
“Franchise Depo Air Minum BIRU menawarkan mitigasi risiko kuat: berbasis properti yang terus naik nilainya, lokasi gerai di area pemukiman dengan pasar stabil, dan tanpa resiko stok kadaluarsa, serta operasional yang efisien, dan didukung permintaan air minum yang terus meningkat, memberikan dasar pasar yang kuat,” ujar Yantje Wongso, Founder & CEO Franchise Depo Air Minum BIRU, Kamis 27 November 2025.
Pengalaman BIRU selama pandemi, inflasi tinggi, dan perlambatan ekonomi menunjukan bahwa konsumsi air minum tidak menurun. Masyarakat justru cenderung beralih ke produk esensial yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas tanpa kompromi soal kesehatan.
Dengan berada tepat pada titik kebutuhan tersebut, BIRU mampu menjaga stabilitas bahkan di tengah tekanan ekonomi, menjadikannya peluang usaha yang rendah risiko sekaligus berpotensi tumbuh secara berkelanjutan.
Model Double Deal, Dua Keuntungan dalam Satu Keputusan Investasi
Melalui konsep Double Deal, pemilik aset dapat memperoleh dua keuntungan sekaligus.
Model ini menggabungkan dua sumber pendapatan, yaitu investasi properti nilainya yang bertumbuh seiring waktu dan investasi bisnis Franchise Depo Air Minum BIRU yang menghasilkan arus kas harian yang stabil. Sinergi keduanya memperkuat posisi investor, karena properti berfungsi sebagai aset bisnis aktif jangka panjang yang terus meningkat nilainya, sementara bisnis air minum menghadirkan pendapatan operasional yang konsisten.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik