- Visinema didirikan Angga Dwimas Sasongko tahun 2008 dari garasi sederhana, kini berambisi menjadi "mercusuar" industri film regional.
- Fokus utama Visinema adalah pengembangan sumber daya manusia (talent), bukan semata-mata hasil film box office.
- Tantangan awal terberat adalah membangun kepercayaan, bukan sekadar mencari modal, melalui kesabaran dan konsistensi.
Suara.com - Di balik kemegahan nama Visinema yang sudah bertahan 17 tahun, tersimpan cerita tentang perjuangan Angga Dwimas Sasongko membangun perusahaannya ini dari sebuah garasi sederhana di tahun 2008.
Kala itu, Angga Dwimas Sasongko mengatakan dirinya hanya mempunyai 2 meja jati, yang sekarang meja jati itu disulap menjadi pintu masuk kantor Visinema.
Saat itu, Angga Dwimas Sasongko memulai segalanya dengan impian yang membumi, yakni sekadar bisa membayar kos dan membelikan rumah untuk orang tua.
Namun, dalam acara JAFF Market di Yogyakarta, Sabtu (29/11/2025), Angga tidak lagi berbicara tentang bertahan hidup.
Ia berbicara tentang warisan, sistem, dan ambisi besar menjadikan Visinema sebagai "mercusuar" Indonesia di kancah regional.
Baginya, melepaskan ketergantungan perusahaan pada sosok dirinya adalah tantangan terberat. Namun, itulah yang justru menjadi obsesi Angga Dwimas Sasongko sekarang.
Ia menegaskan bahwa produk utama Visinema bukanlah deretan film box office, melainkan talent atau sumber daya manusianya.
"Bagi saya, Visinema itu produknya bukan filmnya, tapi talent-talent-nya," ujar Angga.
Ia ingin para sineas di bawah naungan Visinema memiliki suara mereka sendiri, mampu melahirkan karya besar tanpa harus ada embel-embel nama Angga Dwimas Sasongko di poster.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Mobil Keluarga Murah Bermesin Diesel, Mulai Rp40 Jutaan!
"Karena, saya ingin Visinema masih bisa jalan sampai nantinya gak ada Angga lagi," tegasnya.
Sebagai CEO, Angga telah bertransformasi dari seorang sutradara yang mengurusi segala hal sampai menjadi pemimpin yang membangun sistem.
CEO Visinema ini mengaku kini tak lagi membaca setiap naskah film yang diproduksi perusahaannya.
Film-film seperti Na Willa hingga Suka Duka Tawa digarap sepenuhnya oleh tim tanpa campur tangan kreatifnya secara mikro.
Naskah yang ia baca hanyalah proyek yang memang ia sutradarai sendiri, seperti Ratu Malaka.
Alih-alih mengoreksi dialog, Angga memutar otak untuk solusi produksi film-film Visinema.
Berita Terkait
-
Berkolaborasi di Film Verity, Sutradara Layangkan Pujian pada Anne Hathaway
-
Review Film Legenda Kelam Malin Kundang: Trauma Warisan yang Mencekam!
-
Review Film Legenda Kelam Malin Kundang: Menarik di Awal, Kendor di Akhir
-
Sinopsis Badut Gendong, Film Horor Terbaru Qodrat Universe
-
Profil Lee Moon Soo, Aktor Korea Tutup Usia 77 Tahun Usai Lawan Kanker Paru
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
5 Sepatu Lari Lokal Murah dengan Fitur Mewah, Tak Kalah Keren dari Asics
-
Sepatu On Cloud Seri Apa yang Paling Murah? Ini 5 Terbaik untuk Jalan Jauh dan Daily Run
-
Air Fryer Butuh Berapa Watt? Ini 5 Pilihan Paling Hemat Listrik untuk Dapur
-
Eyeliner yang Bagus dan Tahan Lama Merk Apa? Ini 5 Pilihan Produknya yang Anti Luntur
-
Kronologi Terbongkarnya Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Santri Jadi Korban
-
5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
-
Lokasi Tes Kesehatan Manajer Kopdes Merah Putih 2026 yang Diakui, Salah Dikit Bisa Gugur
-
Pendaftaran Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka sampai Kapan? Ini Link dan Syaratnya
-
7 Rekomendasi Tumbler Tahan Banting dan Tahan Suhu Tinggi: Harga Miring, Desain Kece!
-
Hari Kartini Apakah Libur? Ini Aturan Resmi SKB 3 Menteri untuk 21 April 2026