Lifestyle / Male
Minggu, 30 November 2025 | 17:25 WIB
Angga Dwimas Sasongko [Suara.com/Tiara Rosana].
Baca 10 detik
  • Visinema didirikan Angga Dwimas Sasongko tahun 2008 dari garasi sederhana, kini berambisi menjadi "mercusuar" industri film regional.
  • Fokus utama Visinema adalah pengembangan sumber daya manusia (talent), bukan semata-mata hasil film box office.
  • Tantangan awal terberat adalah membangun kepercayaan, bukan sekadar mencari modal, melalui kesabaran dan konsistensi.

"Kayak film Home Sweet Loam, saya hanya mikir gimana caranya syuting di stasiun tapi murah budget-nya," ungkapnya. 

Mengenang masa-masa awal mendirikan Visinema pasca memproduksi Hari Untuk Amanda, Angga menyadari bahwa tantangan terberat bukanlah modal, melainkan kepercayaan.

"Biasanya kurangnya akses pada modal bakal berujung pada kebangkrutan. Tapi tantangan terbesar saya waktu itu justru pada kepercayaan orang. Gimana bisa dapat kepercayaan? Ya caranya sabar dan konsisten," kenangnya.

Konsistensi itulah yang mengubah impian sederhananya dari sekadar bayar kos dan membeli vila di Bali menjadi visi raksasa untuk industri film nasional. 

"Kalau film yang kamu buat gak masuk festival, kamu bakal kecewa. Dan kalau gak masuk box office, kamu gak bakal bangga," nasihatnya kepada para sineas muda.

Baginya, tujuan utama membuat film haruslah menjadi game changer dan visi ini telah membawa Visinema bertahan dari meja jati di garasi sempit dan sekarang telah melahirkan banyak film-film box office.

"Ketika sekarang lebih baik situasinya, ya tetep ada game changer kayak gimana Visinema bisa jadi contoh buat lainnya," pungkas Angga.

Load More