- Reza Rahadian memilih tahun 1998 sebagai latar film terbarunya berjudul Pangku karena memori personal saat menemani ibunya mencari kerja.
- Aktor tersebut mengingat tekanan ekonomi krisis tahun 1998 saat ibunya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
- Film tersebut juga menyoroti kebijakan era Presiden B.J. Habibie mengenai peningkatan kuota tenaga kerja perempuan.
Suara.com - Aktor sekaligus pembuat film kenamaan Indonesia, Reza Rahadian mengungkapkan alasan mendalam di balik pemilihan tahun 1998 sebagai latar waktu dalam film terbarunya yang bertajuk Pangku.
Bukan sekadar ingin memotret gejolak politik yang ikonik pada masa itu, Reza Rahadian justru berangkat dari kepingan memori personal yang membekas kuat di benaknya.
Bagi Reza Rahadian, tahun 1998 bukan hanya catatan sejarah di buku pelajaran, melainkan sebuah pengalaman nyata tentang perjuangan hidup.
Pada masa itu, Reza mengenang momen ketika dirinya harus menemani sang ibu mencari pekerjaan di tengah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
"Saya memilih tahun 1998, karena saya di waktu itu memiliki memori saya menemani ibu saya keliling di jalan Sudirman untuk nyebar CV, karena waktu itu beliau terkena PHK besar-besaran," ungkap Reza.
Kenangan berjalan menyusuri jalan protokol Jakarta demi menyebar surat lamaran kerja tersebut menjadi pondasi emosional yang ingin ia tuangkan ke dalam visual film Pangku.
Reza menambahkan bahwa atmosfer tahun 1998 dipenuhi dengan ketidakpastian. Tekanan ekonomi yang tinggi membuat masyarakat, termasuk keluarganya berada dalam situasi yang serba sulit.
"Karena di waktu itu kita semua kena tekanan krisis yang cukup tinggi, cari kerja susah dan lainnya," jelasnya.
Namun di tengah himpitan krisis tersebut, Reza Rahadian juga menyoroti satu aspek kebijakan penting yang terjadi di era kepemimpinan Presiden B.J. Habibie.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Cushion Anti Luntur untuk Natalan, Awet Tahan Seharian
Ia mencatat adanya perubahan regulasi yang memberikan perhatian lebih pada tenaga kerja perempuan, sebuah detail sejarah yang tampaknya menjadi elemen penting dalam narasi filmnya.
"Waktu itu juga kan Presidennya BJ Habibie, beliau sempat mengeluarkan Perpres yang menaikkan kuota tenaga kerja, khususnya perempuan dari berapa jadi berapa," tambah Reza.
Meski berlatar 27 tahun yang lalu, Reza Rahadian menilai bahwa isu yang diangkat dalam film Pangku masih sangat relevan dengan kondisi sosial ekonomi tahun 2025.
Ia melihat adanya benang merah antara kesulitan yang dialami masyarakat pada tahun 1998 dengan tantangan yang dihadapi anak muda zaman sekarang.
"Tapi, ternyata kesulitan kerja di waktu itu gak jauh beda dengan sekarang, di mana sekarang juga banyak anak muda yang masih susah cari kerja," pungkasnya.
Melalui Pangku, Reza Rahadian tampaknya tidak hanya ingin mengajak penonton bernostalgia, tetapi juga merefleksikan kembali perjuangan bertahan hidup yang ternyata masih menjadi isu krusial lintas generasi.
Berita Terkait
-
Alasan Personal Reza Rahadian Buat Karakter Jaya Suami Christine Hakim Tanpa Dialog di Film 'Pangku'
-
6 Film Terbaik FFI Angkat Isu Perempuan
-
Vokal Kritik Pemerintah, Ekspresi Fedi Nuril saat Fadli Zon Berpidato di FFI 2025 Viral
-
Raih Piala FFI Pertama jadi Penulis Skenario, Reza Rahadian Bakal Banting Setir dari Aktor?
-
Dapat 'Ilham dari Langit', Fedi Nuril Kembali Pakai Celak Mata di FFI 2025
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
-
Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi
-
Lindungi Publik dari Praktik Abal-abal, BNSP Sahkan Lembaga Sertifikasi Sulam Pertama di Indonesia
-
Adhyaksa FC Mulai Latihan Jelang Super League, Siap Ganti Nama dengan Identitas Kalimantan Tengah
-
Belajar dari Bear di Film Obsession: Keinginan yang Tak Pernah Terpuaskan
-
Polri Pastikan Uang Miliaran dan 74 Kg Emas Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli
-
BGN Era Dadan Nunggak Utang Rp1,6 Triliun Selama Tahun 2025, Waka BGN Minta Maaf
-
Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang
-
Diangkat dari Kisah Nyata Viral, Baby Udon Tayang di Bioskop Mulai 3 September 2026