Suara.com - Ketika Anda mulai rutin berlari, salah satu istilah yang paling sering muncul adalah pace lari.
Singkatnya, pace lari menunjukkan berapa menit waktu yang Anda butuhkan untuk menempuh 1 kilometer.
Angka ini penting untuk memantau perkembangan, menyusun target latihan, hingga menentukan strategi saat ikut lomba lari.
Bagi pemula, menghitung pace mungkin terlihat rumit. Padahal, caranya sangat sederhana dan bisa dilakukan baik secara manual, lewat jam tangan sport, maupun aplikasi lari.
Artikel ini akan membahas semuanya secara lengkap, simak sampai akhir!
Apa Itu Pace Lari?
Dalam dunia lari, pace biasanya ditulis seperti ini:
- 6'30"/km: artinya Anda berlari 1 km dalam 6 menit 30 detik
- 5'00"/km: Anda butuh 5 menit untuk 1 km
Semakin kecil angka pace, semakin cepat Anda berlari. Pace sendiri berbeda dengan kecepatan (speed). Berikut perbedaannya:
- Pace = waktu per kilometer
- Speed = kilometer per jam
Di dunia lari, pace lebih umum dipakai karena lebih mudah dipahami.
Mengapa Menghitung Pace Itu Penting?
Menghitung pace membantu Anda:
Baca Juga: 7 Sepatu Lari Under Rp500 Ribu di Sport Station, Nyaman Tidak Bikin Pegal
- Mengevaluasi Performa: Dengan membandingkan pace pada setiap sesi lari, Anda bisa tahu apakah Anda semakin kuat atau butuh perbaikan.
- Menentukan Target Latihan: Program lari seperti 5K, 10K, hingga marathon selalu memakai panduan pace, misalnya easy run 7’00”, tempo run 6’00”, dan interval 5’20”.
- Mencegah Cedera: Berlatih tanpa mengatur pace sering membuat pemula memaksakan diri terlalu cepat di awal.
- Mengatur Napas dan Stamina: Pace membantu menjaga ritme agar Anda bisa menyelesaikan jarak dengan stabil.
Cara Menghitung Pace Lari Secara Manual
Menghitung pace secara manual sangat mudah. Anda hanya butuh dua data:
- Total jarak (km)
- Total waktu tempuh (menit/detik)
Rumusnya: Pace (menit per km) = Total Waktu (menit) ÷ Total Jarak (km)
Contoh Perhitungan: Misalnya Anda berlari 3 km dengan waktu 21 menit.
Pace = 21 menit ÷ 3 km = 7 menit/km
Jika waktunya melibatkan detik, ubah dulu ke bentuk menit desimal.
Contoh:
4 km ditempuh dalam 27 menit 30 detik.
- Ubah 30 detik → 0,5 menit
- Total waktu = 27,5 menit
- Pace = 27,5 ÷ 4 = 6,875 menit/km
Agar mudah dibaca, ubah lagi:
- 0,875 menit × 60 detik = 52 detik
- Pace = 6’52”/km
Cara Menghitung Pace Berdasarkan Target
Kadang Anda punya target, misalnya ingin menyelesaikan 5K dalam 30 menit. Pace yang harus dijaga bisa dihitung seperti ini:
Pace = 30 menit ÷ 5 km = 6 menit/km
Artinya Anda harus berlari dengan pace 6’00” untuk mencapai target.
Target tipe lain:
- 10K dalam 1 jam: Pace 6’00”
- 21K dalam 2 jam 15 menit (135 menit): 135 ÷ 21 = 6’26”/km
Cara Menghitung Pace Menggunakan Stopwatch
Jika Anda tidak tahu jarak pasti dan hanya mengukur waktu per lap (misal track 400 m), lakukan:
- Catat waktu setiap putaran.
- Konversi jarak ke kilometer (400 m = 0,4 km).
- Gunakan rumus rugas pace.
Misal 400 m ditempuh 2 menit 30 detik (2,5 menit):
- Pace = 2,5 ÷ 0,4 = 6,25 menit/km
- 0,25 menit × 60 = 15 detik
- Pace = 6’15”/km
Menghitung Pace dengan Jam Tangan Sport (GPS Watch)
Bagi pelari yang sering latihan outdoor, jam tangan sport seperti Garmin, Suunto, atau Coros sangat membantu.
Jam GPS biasanya menampilkan:
- Pace saat ini (current pace)
- Pace rata-rata
- Pace tiap kilometer (lap pace)
- Cadence, denyut jantung, elevasi, dan lainnya
Keunggulannya:
- Akurasi tinggi
- Tidak perlu hitungan manual
- Data otomatis tersimpan
- Bisa menganalisis pace per kilometer Setelah latihan
Kekurangannya:
- Harga relatif lebih mahal
- Butuh charging dan kalibrasi GPS di area tertentu
Cara Menghitung Pace Menggunakan Aplikasi
Bagi pemula, aplikasi gratis di smartphone sudah sangat cukup. Beberapa aplikasi populer:
- Nike Run Club (NRC): Menampilkan pace real-time, average pace, hingga voice guidance setiap kilometer.
- Strava: Merekam pace, peta rute, elevasi, dan bisa dipakai untuk analisis lanjutan.
- Adidas Running (Runtastic): Fiturnya lengkap dengan audio feedback dan tracking pace otomatis.
- Runkeeper: Cocok untuk latihan berjadwal dan memantau busur pace harian.
Cara melihat pace di aplikasi:
- Aktifkan GPS pada smartphone.
- Mulai sesi lari melalui aplikasi.
- Pace akan muncul otomatis selama Anda berlari.
- Setelah selesai, aplikasi menampilkan pace rata-rata, pace tiap kilometer, durasi, dan jarak.
Keunggulan aplikasi:
- Gratis
- Mudah digunakan
- Cocok untuk pemula
Kekurangannya:
- Akurasi GPS smartphone kadang tidak stabil
- Menguras baterai ponsel
Tips Menjaga Pace agar Stabil
Agar pace tetap konsisten saat berlari, Anda dapat melakukan beberapa strategi berikut:
- Mulai dengan Easy Run: Pemula sering gagal menjaga pace karena memulai terlalu cepat.
- Gunakan Teknik Napas Teratur. Contoh: pola 3:2 (3 langkah tarik napas, 2 langkah buang napas).
- Perkuat Otot Inti (Core): Core yang kuat membantu Anda mempertahankan ritme dan postur.
- Lari di Rute yang Rata: Rute dengan elevasi naik-turun membuat pace berubah drastis.
- Gunakan Mode Audio Feedback: Aplikasi seperti NRC atau Strava memberi tahu pace Anda setiap kilometer.
Menghitung pace lari sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari manual, stopwatch, jam tangan sport, hingga aplikasi lari.
Dengan mengetahui pace, Anda bisa mengontrol ritme, mengatur target latihan, hingga meningkatkan performa secara bertahap.
Bagi pemula, aplikasi gratis sudah cukup. Namun, jika Anda ingin latihan lebih serius, memakai jam tangan GPS akan membantu memonitor pace dengan lebih akurat.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Anti-Burnout Club: 4 Cara Sederhana Ciptakan Momen 'Zen' ala Naomi Zaskia di Tengah Kesibukan
-
Cuaca Makin Gerah? Ini 7 Kipas Angin Berdiri Anti-Berisik, Anginnya Semriwing
-
7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
-
Keren, Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik Dibangun di Tangerang
-
Bukan Cuma Tempat Tinggal, Hunian di Indonesia Kini Jadi Incaran Investasi
-
Bye-bye Minyak dan Beruntusan! Ini 5 Sunscreen Tone Up yang Bikin Wajah Cerah Instan
-
Kerap Disepelekan! Satgas IDAI Ingatkan Wabah Influenza Pernah Sebabkan 100 Juta Kematian
-
7 Tas ASI Cooler Bag Paling Tahan Lama, Bisa Jaga Suhu Hingga 20 Jam
-
Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha
-
Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI