- Masyarakat Minangkabau perantauan di Jabodetabek menginisiasi dapur umum massal memasak 1 ton rendang pada 7 Desember 2025.
- Aksi solidaritas ini bertujuan mengirimkan bantuan pangan autentik berupa rendang bagi korban bencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Utara.
- Gerakan ini melibatkan kolaborasi perantau, alumni, mahasiswa IPB, dan donasi korporasi, kini fokus pada penggalangan dana logistik distribusi.
Suara.com - Bencana alam sering kali memanggil pulang ingatan para perantau. Ketika tanah kelahiran dilanda musibah, jarak geografis bukan lagi penghalang untuk mengirimkan dukungan.
Fenomena solidaritas ini terlihat jelas pada gerakan masyarakat Minangkabau di perantauan, merespons rentetan bencana banjir yang melanda wilayah Sumatra sejak akhir November 2025.
Jika biasanya masyarakat Sumatra Barat dikenal sebagai pihak yang paling depan mengirimkan bantuan rendang saat bencana terjadi di daerah lain, kini giliran "cinta" itu kembali pulang. Didasari rasa cemas dan kerinduan mendalam karena tak bisa hadir secara fisik di lokasi bencana, para perantau di Jabodetabek menginisiasi aksi kemanusiaan melalui dapur umum massal.
Bertempat di Agribusiness and Technology Park IPB University, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, gerakan bertajuk “Marandang 1 Ton Daging Rendang dari Rantau” digelar pada Minggu, 7 Desember 2025. Kegiatan ini adalah wujud solidaritas batin untuk mengirimkan bantuan pangan yang paling autentik bagi para korban di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton rendang dimasak secara gotong royong. Kuliner khas Minang ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain dikenal tahan lama sebagai stok pangan darurat, rendang dianggap sebagai representasi kehangatan keluarga bagi masyarakat Sumatra.
Pelukan Hangat dari Rantau
Garlanda Bellamy Mazalio, salah satu inisiator gerakan ini, mengungkapkan bahwa aksi memasak bersama ini lahir dari keresahan kolektif para perantau yang melihat kampung halamannya belum kunjung pulih.
“Kami hanya bisa berdoa dan merapal cemas di rantau. Kami tidak bisa berada di sana untuk memeluk mereka, tapi kami berkumpul dan memasak rendang dengan seluruh cinta dan air mata kerinduan kami. Rendang ini adalah pelukan kami dari jauh dan doa kami agar kampung kami cepat pulih,” ujar Garlanda.
Aksi ini juga dimaknai sebagai momentum "membalas budi" atas tradisi kemurahan hati Ranah Minang yang selama ini kerap mengirimkan rendang ke berbagai wilayah bencana di Indonesia. Kini, saat Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara membutuhkan, kolaborasi lintas elemen bergerak cepat.
Baca Juga: BK DPRD DKI Alihkan Panggung BK Award 2025 untuk Galang Dana Bencana Sumatra
Gerakan ini melibatkan kerja sama antara perantau Minang, Perkumpulan Alumni Pelajar dan Mahasiswa Minang (PAPMM) Bogor, serta dukungan fasilitas dan relawan mahasiswa dari IPB University. Dukungan material juga mengalir dari sektor korporasi seperti Paragon dan Wardah, serta partisipasi figur publik Dewi Sandra, yang turut membaur bersama lebih dari 150 relawan di lokasi.
Tantangan Distribusi dan Panggilan Donasi
Meskipun proses pengolahan 1 ton daging telah rampung, tantangan berikutnya adalah distribusi. Tim relawan menargetkan pengiriman 1.000 kg rendang tersebut yang akan disandingkan dengan 12.000 paket nasi siap saji sebagai kebutuhan logistik darurat di area bencana yang sulit dijangkau.
Saat ini, fokus utama relawan adalah menggalang dana logistik untuk memastikan belasan ribu paket tersebut dapat terkirim tepat waktu ke tiga provinsi terdampak.
“Rendang adalah lambang rumah. Kami telah berhasil menciptakan rumah ini di Bogor. Kini, kami memohon bantuan agar rumah ini bisa segera sampai ke mereka yang kehilangan tempat tinggal. Setiap rupiah donasi Anda adalah bahan bakar untuk truk-truk yang akan membawa harapan dan membalas kebaikan Ranah Minang,” tambah Garlanda.
Masyarakat rantau yang juga ingin berpartisipasi dalam biaya logistik pengiriman paket bantuan ini dapat menyalurkan dukungannya melalui rekening resmi PT. Pusaka Bersama PAPMM di Bank Mandiri (1330031792120).
Tag
Berita Terkait
-
Respons Singkat Ferry Irwandi Disindir Anggota DPR Endipat Wijaya Soal Donasi Cuma Rp 10 Miliar
-
Bencana Sumatra Lumpuhkan 52 Daerah, Pemerintah Didesak Segera Aktifkan Transportasi Perintis
-
Omara Esteghlal Kritisi Video Klarifikasi Zulkifli Hasan: Kita Hormat ke Orang yang Layak
-
Nicholas Saputra Dituding Cuek soal Banjir Sumatra, Rekan Beberkan Fakta
-
Data Donasi Diduga Milik Kementan Dibuka Melanie Subono, Beras Rp 45 Ribu per Liter?
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Selesai Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Terpopuler: Ananda Emira Moeis Anak Siapa? Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret
-
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Perbedaan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
-
4 Zodiak Paling Beruntung di 10 Maret 2026: Rezeki Mengalir, Asmara Ikut Bersinar
-
Resep Kue Kacang yang Lumer dan Wangi untuk Lebaran, Anti Gagal
-
Vaksin Campak Apakah Bikin Demam? Kenali Efek Samping dan Cara Mengatasinya
-
Panduan Lengkap Tata Cara dan Niat Sholat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar
-
Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan Lengkap dengan Tata Cara yang Benar
-
9 Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Al Quran, Bagaimana Cara Meraihnya?
-
7 Rekomendasi Baju Koko Kucing Terlaris untuk Lebaran 2026, Mulai Rp17 Ribuan!
-
5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret