- Bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar per 8 Desember menyebabkan 961 korban jiwa dan kerusakan 1.200 fasilitas umum.
- Pakar Djoko Setijowarno mendesak APBN segera alokasikan untuk mengaktifkan transportasi perintis di 52 Pemda terdampak.
- Transportasi perintis penting untuk distribusi logistik, menekan biaya, dan memulihkan ekonomi masyarakat di daerah terisolasi.
Suara.com - Kerusakan masif akibat rentetan bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat membuat banyak daerah praktis terputus dari dunia luar. Data BNPB per Senin (8/12) malam tercatat ada 961 orang meninggal dunia, 293 hilang, dan lebih dari 5.000 warga terluka.
Serta lebih dari 157.000 rumah ambruk dan lebih dari 1.200 fasilitas umum rusak, mulai dari puskesmas, sekolah, tempat ibadah, hingga ratusan bentang jembatan yang jadi urat nadi mobilitas warga.
Pakar transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mendesak pemerintah pusat bergerak cepat menangani kondisi tersebut.
Menurutnya, negara harus segera mengalokasikan anggaran dari APBN untuk mengaktifkan layanan transportasi perintis, baik angkutan orang maupun barang, di 52 pemerintah daerah yang terdampak.
"Transportasi perintis adalah layanan angkutan yang dibuka untuk melayani daerah-daerah yang secara komersial belum menguntungkan atau belum terjangkau oleh layanan transportasi reguler," jelas Djoko dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).
Berdasarkan Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. KP-DRJD 5958/2024, Aceh, Sumut, dan Sumbar sebenarnya sudah memiliki jaringan transportasi perintis yang mapan. Total ada 28 trayek yang selama ini melayani wilayah terpencil, mulai dari Sinabang, Alafan, Meulaboh, Nias, hingga kepulauan Mentawai.
Seluruh jaringan ini, kata Djoko, bisa langsung dioptimalkan untuk mobilisasi warga, distribusi logistik, dan menekan lonjakan biaya transportasi pasca bencana. Dengan banyaknya jembatan yang putus, trayek perintis menjadi satu-satunya jalur yang masih mungkin menembus desa-desa yang terisolasi.
Djoko menekankan bahwa transportasi perintis bukan sekadar urusan jalan dan bus.
"Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan harga di daerah pedalaman, layanan angkutan barang perintis harus disediakan guna memastikan pasokan barang pokok tetap tersedia dan biaya logistik tidak melonjak," katanya.
Baca Juga: Bukan Soal Uangnya: Mengapa Donasi Presiden Justru Mengkhawatirkan?
Selain itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di 52 Pemerintah Daerah (Pemda) terdampak, menurut Djoko juga perlu dipertimbangkan penyediaan layanan angkutan gratis bagi warga. Layanan itu mencakup Angkutan Perkotaan, Angkutan Pedesaan dan Angkutan Antar Kota.
"Penyediaan angkutan umum gratis akan memulihkan mobilitas warga untuk kembali bekerja, bersekolah, mengakses ke pasar, dan mengangkut hasil bumi tanpa terbebani biaya transportasi, sehingga mempercepat pemulihan ekonomi lokal," ujarnya.
Bus perintis juga bisa digunakan sebagai angkutan sekolah sementara bagi siswa yang sekolahnya rusak atau yang jalur angkutan regulernya terhenti. Begitu juga untuk akses masyarakat ke fasilitas kesehatan yang tersisa.
Dengan kondisi 52 pemda di Sumatera lumpuh akibat bencana, Djoko menyebut transportasi perintis sebagai 'urat nadi sementara' masyarakat untuk memastikan konektivitas dasar tetap berjalan dan mencegah daerah-daerah tersebut menjadi terisolasi total.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Bikin Skenario Brutal Serang Orang Yahudi, Dua Remaja AS Terancam Hukuman Berat
-
KPK Dalami Aliran Dana CSR di Kasus Madiun, Dirut Perumda Ikut Diperiksa
-
Jakarta Jadi Sering Mati Lampu, ESDM Investigasi Dugaan Kerusakan Gardu PLN, Apa Penyebabnya?
-
Prabowo Harus Diturunkan? Kritik Keras Saiful Mujani soal Ancaman Konstitusi dan Demokrasi
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Rekaman Mengerikan Dua Pesawat Nyaris Adu Banteng di Bandara JFK
-
Belum Ada APAR untuk Mobil Listrik, DPRD DKI Peringatkan Risiko Kebakaran
-
Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
-
Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi
-
Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!