- Makanan tak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga memengaruhi suasana hati dan kesehatan jiwa, salah satunya cokelat.
- Cokelat hitam 75 persen kakao dapat meningkatkan mood karena magnesium, antioksidan, dan triptofan pemicu serotonin.
- Selain cokelat, ada makanan lain yang juga berperan membuat perasaan lebih bahagia.
Suara.com - Makanan bukan sekadar sarana bertahan hidup. Meskipun tujuan utama makan adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik, tapi makanan bisa memiliki makna yang jauh lebih besar.
Dengan makanan, kita sebenarnya tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga jiwa. Sebab ada beberapa makanan yang ampuh mengubah suasana hati kita menjadi bahagia.
Salah satu makanan yang dikenal bisa membuat bahagia adalah cokelat, lebih tepatnya cokelat hitam dengan kandungan kakao 75 persen.
Cokelat ini mengandung mengandung magnesium yang dapat membantu mengurangi stres, serta antioksidan yang memiliki efek positif pada tubuh.
Cokelat hitam juga kaya akan triptofan yang diperlukan untuk produksi serotonin atau "hormon bahagia" yang mengatur suasana hati, tidur, hingga nafsu makan.
Tapi cokelat bukan satu-satunya makanan yang bisa membuat bahagia, lho.
Merangkum City Magazine, ada beberapa makanan lain yang perannya hampir sama. Berikut penjelasan lengkapnya.
Kenapa Makanan Bisa Memengaruhi Mood Kita?
Tubuh kita bergantung pada nutrisi yang kita konsumsi melalui makanan. Beberapa makanan kaya akan zat yang merangsang produksi hormon seperti serotonin dan dopamin.
Hormon-hormon ini dikenal sebagai hormon kebahagiaan karena memicu perasaan puas dan relaksasi di otak.
Baca Juga: Jangan Ketipu Label! 5 Makanan Berkedok Sehat Ini Diam-diam Bisa Bikin Diet Ambyar
Bahan-bahan utama yang ditemukan dalam makanan tertentu termasuk triptofan, asam lemak omega-3, asam folat, dan vitamin seperti B6 dan B12.
Makanan yang Bisa Bikin Bahagia Selain Cokelat
Selain cokelat, ada makanan lain yang juga terbukti bisa membuat kita bahagia. Berikut ini beberapa makanan alternatif cokelat yang bisa dicoba ketika ingin mengubah suasana hati:
1. Telur
Makanan pertama yang bisa memicu rasa bahagia adalah telur. Kabar baik lainnya, telur juga temasuk bahan makanan sehari-hari yang sangat bergizi.
Telur mengandung kolin yang mendukung fungsi otak, dan vitamin B yang meningkatkan produksi energi. Telur juga bisa dimasak apa saja, mulai dari direbus, dijadikan omelet, hingga campuran salad.
2. Pisang
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular