Takut ke Dokter Gigi? Cara Ini Bantu Pasien Lebih Rileks saat Perawatan

Selasa, 15 September 2026 | 17:43 WIB
Ilustrasi klinik perawatan gigi. (dok. Satu Dental)
  • Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 90 persen masyarakat belum mendapatkan perawatan medis profesional untuk masalah gigi.
  • SATU Dental Group menerapkan pendekatan kenyamanan pasien serta pelatihan dokter untuk mengatasi ketakutan masyarakat terhadap perawatan gigi.
  • SATU Dental Group mendirikan 57 cabang klinik dalam lima tahun guna memperluas akses layanan berkualitas dan terjangkau.

Suara.com - Bagi sebagian orang, pergi ke dokter gigi bukan perkara sederhana. Rasa khawatir terhadap tindakan medis, suara alat, hingga bayangan akan rasa sakit bisa membuat seseorang memilih menunda pemeriksaan, bahkan ketika sudah mengalami keluhan.

Kondisi ini turut tercermin dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sekitar 90 persen masyarakat Indonesia yang mengalami masalah gigi belum mendapatkan perawatan dari tenaga medis profesional. Sebanyak 9 dari 10 orang cenderung membiarkan rasa sakit atau memilih melakukan pengobatan sendiri tanpa diagnosis dokter.

Padahal, semakin lama masalah gigi dibiarkan, semakin besar kemungkinan kondisi tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Karena itu, pengalaman pasien saat berada di klinik mulai mendapat perhatian lebih. Kenyamanan tidak hanya berkaitan dengan ruangan yang nyaman, tetapi juga bagaimana pasien memahami kondisi giginya, mengetahui tindakan yang akan dilakukan, dan merasa lebih tenang selama menjalani perawatan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu yang dikembangkan SATU Dental Group melalui jaringan kliniknya. Bukan sekadar menyediakan layanan perawatan gigi, mereka mencoba membuat pasien lebih nyaman sejak pertama kali datang hingga menjalani tindakan di kursi perawatan.

“Kami ingin mengubah rasa takut pasien menjadi rasa aman. Setiap dokter gigi di jaringan kami dibekali pelatihan berkelanjutan melalui SATU Dental Academy,” ujar drg. Melissa Delania, Sp.Pros, VP Medical Affairs SATU Dental Group, saat ditemui di Klinik SATU Dental Kemang, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga soft skill yang dibutuhkan dokter ketika berinteraksi dengan pasien. Pembinaan tersebut dilakukan dengan pendampingan dokter senior dan spesialis.

Pasien Bisa Pilih Musik atau Film

Upaya membuat pasien lebih rileks bahkan dimulai sebelum tindakan dilakukan.

Saat datang ke klinik, pasien dapat memilih musik yang ingin didengarkan atau film yang ingin ditonton selama menjalani perawatan. Ketika sudah berada di kursi dokter gigi, pilihan tersebut dapat diputar melalui layar televisi yang tersedia tepat di depan pasien.

Bagi pasien yang mudah merasa cemas, mereka juga dapat meminta stress ball untuk digunakan selama perawatan.

Fasilitas tersebut memang tidak menggantikan tindakan medis, tetapi dapat menjadi distraksi bagi pasien yang merasa tegang. Dengan begitu, perhatian pasien tidak sepenuhnya tertuju pada suara alat atau proses perawatan yang sedang berlangsung.

Bagi pasien yang selama ini menganggap kunjungan ke dokter gigi sebagai pengalaman yang menegangkan, pilihan sederhana seperti menentukan tontonan atau musik bisa memberikan sedikit rasa kontrol atas situasi yang mereka hadapi.

Kondisi Gigi Bisa Dilihat Langsung

Rasa nyaman juga berkaitan dengan pemahaman pasien terhadap kondisi dirinya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com