-
Pengacara Jokowi tunjukkan ijazah asli dengan fitur watermark dan emboss di Mapolda Metro.
-
Ijazah asli menggunakan kertas khusus produksi Peruri yang memiliki tekstur tebal dan awet.
-
Keaslian dokumen dapat divalidasi secara digital melalui sistem SIVIL Kemdikbud atau PDDIKTI.
Suara.com - Drama dugaan ijazah palsu yang menyeret nama mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali memanas.
Baru-baru ini, pengacara Jokowi, Yakub Hasibuan, secara gamblang memamerkan bukti fisik ijazah S-1 UGM milik kliennya dalam gelar perkara di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/12/2025).
Gelar perkara ini dilakukan atas permintaan kubu Roy Suryo agar kasus dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Jokowi ini menjadi terang benderang.
Pihak Jokowi mengklaim ijazah tersebut 100 persen asli dengan bukti fisik yang tak terbantahkan, mulai dari watermark, emboss dan lintasan garis merah ada pada ijazah kliennya.
Berkaca dari kasus ini, penting banget buat Anda tahu bedanya dokumen ijazah asli dan abal-abal.
Jangan sampai Anda pegang ijazah tapi malah ragu sama keasliannya atau malah dituduh palsu.
Berikut, ciri-ciri fisik ijazah asli yang wajib diketahui, seperti yang dirangkum dari standar Kemdikbud dan Perum Peruri!
1. Kertas Khusus Buatan Peruri
Ijazah asli tak akan dicetak pakai kertas sembarangan, tapi kertas yang diproduksi khusus oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).
Baca Juga: Inilah Rekomendasi Sandal Lari Barefoot dr.Tirta, Lari Lebih Ringan Tanpa Sepatu
Ciri-ciri kertas yang diproduksi khusus oleh Perum Peruri adalah kertasnya tebal, punya tekstur khusus, awet, dan tak mudah sobek.
Kalau kertas ijazah Anda tipis dan terasa seperti kertas fotokopi di pinggir jalan, maka patut dicurigai ijazah tersebut palsu.
2. Hologram yang Menyatu
Banyak pemalsu ijazah yang coba-coba menempelkan stiker hologram agar terlihat resmi.
Padahal, ijazah asli punya teknologi hologram permanen.
Ciri-cirinya, hologram pada ijazah asli selalu menyatu dengan kertas karena dicetak bersamaan.
Berita Terkait
-
Berapa Tarif Yakup Hasibuan? Pengacara Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu
-
Analisis Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi: Pasfoto Terlalu Baru dan Logo UGM Tidak Lazim
-
Mahfud MD Sebut Potensi Pelanggaran HAM di Kasus Ijazah Jokowi, Ini Penjelasannya
-
Isi Amplop Terkuak! Kubu Roy Suryo Yakin 99 Persen Itu Ijazah Palsu Jokowi: Ada Foto Pria Berkumis
-
Terpopuler: 7 Fakta Panas Ijazah Jokowi, Promo BRI Hemat Rp1,3 Juta
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura